
Timnas Skotlandia siap tampil di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram/scotlandianationalteam)
DUA tim nan telah lama tidakhadir dari panggung tertinggi sepak bola dunia, Timnas Haiti dan Skotlandia, bakal saling berhadapan pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Massachusetts, Minggu 14 Juni 2026 pukul 08.00 WIB. Berada di grup nan sama dengan raksasa sepak bola Brasil serta juara Afrika, Maroko, kemenangan di laga perdana ini menjadi nilai meninggal bagi kedua tim demi menjaga kesempatan lolos ke fase gugur.
1. Momentum Kebangkitan Skotlandia
Timnas Skotlandia menandai kembalinya mereka ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1998 dengan kepercayaan diri tinggi. Pasukan Steve Clarke ini datang membawa modal berbobot berupa dua kemenangan meyakinkan pada laga uji coba terakhir, ialah melibas Curacao 4-1 dan menumbangkan Bolivia dengan skor telak 4-0 melalui tindakan impresif Che Adams, Lawrence Shankland, dan Scott McTominay.
Meskipun kudu kehilangan gelandang jagoan Billy Gilmour akibat cedera lutut, Skotlandia diprediksi tetap bakal tampil menekan dengan mengandalkan kepemimpinan kapten Andy Robertson.
Laga ini juga menjadi kesempatan bagi The Tartan Army untuk memutus kutukan sejarah dan mengincar poin penuh pertama mereka di turnamen besar demi membuka jalan menuju babak knockout.
2. Sejarah Baru Haiti
Di kubu seberang, Haiti akhirnya kembali merasakan atmosfer Piala Dunia setelah penantian panjang selama 52 tahun sejak debut mereka pada 1974. Keberhasilan skuad didikan Sebastien Migne menembus putaran final terbilang luar biasa, mengingat mereka kudu memainkan seluruh laga kandang di tempat netral akibat masalah keamanan di dalam negeri.
Timnas Haiti. (Foto: Instagram/fhfhaiti)
Menjelang laga pembuka ini, performa Les Grenadiers tergolong naik turun setelah sempat menang telak 4-0 atas Selandia Baru namun kudu takluk 1-2 dari Peru pada uji coba pamungkas pekan lalu.
Haiti diprediksi bakal bermain rapat dalam susunan 4-4-2 dengan mengandalkan ketangguhan kiper veteran Johny Placide serta ketajaman striker jagoan mereka, Duckens Nazon, untuk melancarkan serangan kembali cepat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·