Megawati Pertanyakan Peran PBB di Tengah Konflik Dunia

Sedang Trending 13 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mempertanyakan efektivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menyelesaikan perang dan bentrok nan terjadi di dunia.

“Seperti sekarang ini saja menurut saya sebagai seorang presiden, perang itu kenapa tidak bisa diselesaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa? Itu big question for me,” kata Megawati saat memberikan pengantar jamuan makan siang berbareng Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta serta sejumlah peraih Nobel dan Turing Award di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Megawati menilai struktur PBB, khususnya Dewan Keamanan (DK) PBB, perlu diubah lantaran dibentuk setelah Perang Dunia II dan dinilai tidak lagi sepenuhnya mencerminkan perkembangan bumi saat ini.

“Ayah saya, ini tadi mungkin sudah menerima adalah orang nan selalu meminta untuk nan namanya PBB itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa, itu kudu mengubah diri lantaran itu dibuat ketika setelah Perang Dunia Kedua. Sekarang sudah beda peradabannya. Untuk agar nan semakin ada berkeadilan tersebut,” ujarnya.

Menurut Megawati, perubahan juga diperlukan agar negara-negara nan dulu belum merdeka mendapatkan tempat di DK PBB.

“Dewan Keamanan itu strukturnya sudah tidak boleh seperti apa nan ada sekarang ini. Harus betul-betul mendapatkan juga sebuah perubahan baru di mana nan namanya bangsa-bangsa nan ada sekarang, nan dulu mungkin belum merdeka, itu pun mendapatkan tempat nan namanya di Dewan Keamanan tersebut,” katanya.

Megawati kemudian mengusulkan kepada Ramos-Horta agar dibentuk ruang pertemuan berkala nan mempertemukan pemimpin politik, ilmuwan, dan ahli filsafat untuk membahas persoalan kemanusiaan serta masa depan peradaban.

Ia mengusulkan pertemuan tersebut digelar dua kali dalam setahun untuk berganti pendapat dan mencari solusi atas beragam persoalan nan dihadapi dunia.

“Usulan saya adalah secara konkret jika bisa di mana saja suatu saat kami, kita, nan orang bisa mendapatkan kemanusiaan sebagai sebuah pikiran dan juga penyelenggaraan itu bisa bertemu. Kalau betul bisa dapat disetujui, langkah itu betul-betul bakal mempererat kita untuk bisa betul-betul bersama-sama dalam rangka menjaga bumi ini agar tetap aman, juga dari global warming tersebut,” tutur Megawati.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita