Megawati: Pak Prabowo dan Saya Bersahabat, Bukan Musuh

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Megawati dalam pidatonya juga sempat menyoroti kondisi ekonomi masyarakat saat ini, terutama soal kenaikan nilai kebutuhan pokok. Ia mengungkapkan menerima laporan nilai cabe di sejumlah daerah, khususnya area timur Indonesia, telah mencapai Rp180.000 per kilogram.

“Harga-harga di sini udah pada naik apa belum? Cabe harganya berapa? Rp 100.000? Rp 60.000 ? Di wilayah timur saya dapat laporan cabe itu harganya Rp 180.000. Wes ora usah mangan lombok (sudah tidak usah makan cabai) wes ora usah. Atau apa? Bikin aktivitas menanam cabe di rumah sendiri,” kata Megawati.

Meski memahami keresahan masyarakat akibat lonjakan harga, dia menegaskan kritik dan aspirasi kudu disampaikan melalui sistem nan sesuai dengan sistem ketatanegaraan. Dia berujar, sebagai partai nan berada di luar pemerintahan, PDIP tetap mempunyai jalur konstitusional untuk menyampaikan persoalan rakyat.

“Saya tidak ada dalam pemerintahan. Ya saya bakal menyampaikan, tapi menyampaikannya ke siapa? Yaitu ke DPR dari fraksi PDI Perjuangan. Gitu lho. Itu apa namanya? Itu tata cara, itu apa namanya? Etika dan moral,” ujarnya.

Selain nilai cabai, Megawati juga turut menyinggung dinamika kerakyatan nan berkembang belakangan ini, termasuk tindakan demonstrasi mahasiswa nan dilakukan BEM UI.

Selain membahas nilai pangan di tingkat konsumen, Megawati juga menyatakan keprihatinan terhadap kondisi petani nan menurutnya merupakan “soko guru” bangsa.

Ia kembali mengingatkan petunjuk partai nan telah dikeluarkannya sejak 2021 untuk menanam 10 jenis tanaman pangan pendamping beras sebagai upaya memperkuat kedaulatan pangan dan mengantisipasi ancaman krisis pangan.

“Sejak 2021 sebagai Ketua Umum, saya sudah memberikan petunjuk ke seluruh wilayah untuk menanam 10 tanaman pangan sebagai pendamping beras. Siapa nan sudah mengerjakan? Jangan sombong jika jadi personil PDI Perjuangan. Kalian tidak malu sama saya? Umur saya sudah mau 80 tahun, tapi saya tetap bisa berteriak seperti ini. Mbok ya semangat!” ujarnya.

Megawati menutup pidatonya dengan mengingatkan pesan Bung Karno bahwa kebutuhan pangan rakyat merupakan persoalan paling mendasar nan kudu dipenuhi negara. “Artinya nomor satu untuk rakyat adalah makanan. Makanya kenapa saya tadi nanya nilai sudah naik apa belum,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita