Megawati Minta Struktur Dewan Keamanan PBB Dirombak

Sedang Trending 13 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar struktur Dewan Keamanan PBB diubah dengan mulai melibatkan negara-negara baru nan telah merdeka setelah Perang Dunia II.

Usulan itu disampaikan Megawati dalam forum pertemuan sejumlah intelektual dan peraih Nobel bumi di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8).

"Dan saya juga sudah berulang kali meminta bahwa nan namanya Dewan Keamanan itu strukturnya sudah tidak boleh seperti apa nan ada sekarang ini," kata Megawati dalam pidatonya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya dirinya, Megawati bilang kemauan agar struktur PBB diubah juga telah disampaikan oleh ayahnya, Presiden pertama RI, Bung Karno. Kata dia, Bung Karno menilai bumi telah berubah setelah perang bumi II.

Megawati menyebut Dewan Keamanan PBB, terutama kudu mulai melibatkan negara-negara nan telah merdeka setelah perang. Dia berambisi agar usulan itu mendapat support forum nan dia inisiasi berbareng Presiden Timor Leste Ramos Horta itu.

"Mudah-mudahan apa nan saya katakan ini mendapatkan sebuah support nan luar biasa," katanya.

Kini, Megawati mengaku juga terus bertanya-tanya tentang peran Dewan Keamanan, dalam penyelesaian bentrok alias perang antara sejumlah negara.

"Nah seperti sekarang ini saja menurut saya sebagai seorang presiden, perang itu kenapa tidak bisa diselesaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa? Itu sebuah big question for me," katanya.

Megawati menginisiasi forum Luncheon and Discussion with Science for Development Summit nan diikuti 10 penerima Nobel, termasuk Presiden Ramos-Horta, serta satu perwakilan organisasi penerima Nobel.

Para penerima Nobel nan datang antara lain Frances H. Arnold, Nobel Kimia 2018; Tim Hunt, Nobel Fisiologi alias Kedokteran 2001; Benjamin List, Nobel Kimia 2021; Robert C. Merton, Nobel Ilmu Ekonomi 1997; Konstantin Novoselov, Nobel Fisika 2010; Brian P. Schmidt, Nobel Fisika 2011; Kailash Satyarthi, Nobel Perdamaian 2014; James A. Robinson, Nobel Ilmu Ekonomi 2024; José Ramos-Horta, Nobel Perdamaian 1996; serta Fredrik Jay Ramsdell, Nobel Fisiologi alias Kedokteran 2025.

Hadir pula David Beasley, nan memimpin World Food Programme (WFP) ketika organisasi tersebut menerima Nobel Perdamaian pada 2020.

Sementara, empat penerima Turing Award ialah Jack Dongarra (2021), Whitfield Diffie (2015), Richard S. Sutton (2024), dan Gilles Brassard (2025).

Delegasi juga mencakup sejumlah intelektual dengan pengakuan internasional, antara lain Sara Seager, penerima Kavli Prize in Astrophysics 2024; Howard-Yana Shapiro, penerima World Food Prize 2015; Torsten Hoefler, penerima ACM Prize in Computing 2019; serta Yannis loannidis, ACM Fellow.

(thr/fra)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional