Megawati Minta Jawa Timur Kembali Jadi Kandang Banteng

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Megawati menegaskan Jawa Timur, khususnya Surabaya, mempunyai posisi krusial dalam sejarah perjuangan dan pembentukan pemikiran Presiden Pertama RI Soekarno alias Bung Karno. Menurutnya, Bung Karno apalagi menyebut Surabaya sebagai dapur nasionalisme.

"Dalam perspektif ideologis dan historis, Jawa Timur sangat penting. Karena Bung Karno lahir, dibesarkan, dan menggembleng diri di Jawa Timur ini. Surabaya, Mojokerto, dan Blitar penuh dengan rekam jejak sejarah perjuangan Bung Karno. Beliau sendiri menyebut Surabaya merupakan dapurnya nasionalisme," ungkapnya.

Megawati mengatakan Surabaya menjadi salah satu tempat krusial bagi Bung Karno dalam menempa pemikiran intelektual dan pendapat perjuangannya. Di kota itu, Bung Karno menamatkan pendidikan di HBS (Hoogere Burgerschool) sekaligus belajar kepada HOS Tjokroaminoto.

Menurut Megawati, Bung Karno sempat tinggal di sebuah ruangan sempit tanpa jendela dengan penerangan lampu teplok. Meski dalam keterbatasan, dia terus membaca dan berbincang secara intelektual melalui buku-buku karya beragam tokoh dunia, mulai dari Thomas Jefferson, George Washington, William Gladstone, Karl Marx, Sun Yat-sen, Mustafa Kemal Atatürk, hingga Jean-Jacques Rousseau.

"Surabaya dengan demikian menjadi tempat di mana Bung Karno menggembleng diri menjadi patriot nan tangguh. Dari usia nan begitu muda, 16 tahun, beliau telah berimajinasi dan kemudian berjuang untuk Indonesia Merdeka," urai Megawati.

Megawati mengatakan generasi muda saat ini dapat belajar dari Bung Karno tentang kekuatan pemikiran, imajinasi, keberanian, dan semangat perjuangan. Menurutnya, Bung Karno menjadi contoh anak muda nan hidup dalam keterbatasan, tetapi mempunyai visi besar dan pandangan jauh ke depan bagi masa depan bangsa.

"Surabaya pada tahun 1916 sudah menjadi pusat kapitalisme global. Namun Bung Karno bisa membuktikan bahwa kekuatan kolonialisme terbesar di dunia, ialah Hindia Belanda, bisa dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia. Jadikan ini sebagai pembelajaran bagi anak-anak muda untuk berani bermimpi. Bung Karno berjuang dari sosok pemuda miskin, namun punya cita-cita besar dan berjuang bagi cita-citanya," jelas dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita