Media Malaysia Sorot Kejagung RI Periksa Maybank soal Salim Ivomas

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramai-ramai media Malaysia menyoroti pemberitaan soal Kejaksaan Agung (Kejagung) nan memeriksa Maybank mengenai PT Ivomas Pratama. Maybank merupakan bank terbesar di Malaysia berasas total aset.

Sejumlah media seperti The Edge Malaysia, Free Malaysia Today hingga The Star memuat buletin ini, mengutip laman Bloomberg. Artikel berjudul "Indonesia authorities question Maybank staff over Salim exports".

Disebut gimana "otoritas Indonesia menginterogasi para bankir di unit lokal Malayan Banking Bhd (Maybank) sebagai bagian dari penyelidikan mereka terhadap dugaan aliran ekspor nan melibatkan Grup Salim".

Laporan mengaitkan pemberitaan dengan penyelidikan nan dilakukan sejak bulan lampau ke 10 produsen minyak sawit utama RI, atas dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit mentah, meski tak jelas apakah Salim Ivomas Pratama termasuk di dalamnya,

"Pertanyaan tersebut berfokus pada transaksi nan mengenai dengan aktivitas ekspor PT Salim Ivomas Pratama, salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia," tulis laman-laman tersebut merujuk sumber dikutip Kamis (11/6/2026).

"Para bankir dari Maybank Indonesia membawa kotak-kotak arsip ke instansi Kejaksaan Agung pekan lampau untuk menghadapi pertanyaan sebagai saksi," tambah laporan.

"Pihak berkuasa sedang meneliti apakah beberapa peralatan ditagih di bawah nilai pasar dalam upaya menyembunyikan untung dan mengurangi pajak."

Laporan itu memuat gimana Maybank Indonesia mengaku berkomitmen mempertahankan standar tata kelola dan kepatuhan tertinggi, sesuai dengan norma dan peraturan nan berlaku. Namun sayangnya belum ada komentar baik dari Kejaksaan Agung ataupun Salim Ivomas Pratama.

"Eksposur Maybank Indonesia terhadap Salim Ivomas Pratama relatif kecil, sekitar Rp 150 miliar rupiah (US$8,3 juta), menurut laporan finansial terbaru perusahaan. Namun, bank tersebut telah bertahun-tahun menjadi mitra perbankan utama bagi Grup Salim nan lebih luas. Belum jelas apakah bank lain nan mengenai dengan grup tersebut telah diinterogasi," jelas laporannya lagi.

"Penindakan terhadap ekspor bulan lampau menandai salah satu tanda paling jelas bahwa Presiden Prabowo Subianto bergerak garang untuk mengatasi apa nan dia anggap sebagai kebocoran di sektor sumber daya alam Indonesia. Penjualan pada akhirnya bakal dilakukan oleh eksportir nan ditunjuk pemerintah di bawah kendali biaya kekayaan negara Danantara untuk memastikan hasil penjualan tidak lagi dialihkan ke luar negeri," tambahnya.

"Sejak menjabat pada tahun 2024, Prabowo telah berupaya memanfaatkan bahan baku negara dan menindak para taipan dan pedagang nan dituduhnya menyedot kekayaan nan semestinya diperoleh negara dari penjualan tersebut."

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News