Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah media asing kembali menyoroti RI. Tak hanya soal pelemahan rupiah, tapi juga kasus norma nan terjadi.
Laman Prancis, AFP misalnya, menyoroti penangkapan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Media itu membikin tulisan berjudul "Indonesia arrests sacked head of free meal scheme".
"Para pejabat Indonesia menangkap mantan kepala program makan cuma-cuma sekolah di negara itu, nan dilanda kasus keracunan makanan massal dan tuduhan korupsi, sehari setelah dia dipecat," tulis media tersebut Rabu malam, dikutip Kamis (4/6/2026).
"Program pemberian makan senilai miliaran dolar nan banyak digembar-gemborkan itu merupakan kebijakan unggulan kampanye pemilihan Presiden Prabowo Subianto tahun 2024," tambahnya.
"Prabowo memecat Dadan Hindayana, seorang mahir entomologi nan telah memimpin Badan Gizi Nasional sejak awal pembentukannya pada Agustus 2024, berbareng dengan dua wakilnya pada hari Selasa. Ketiganya ditahan di Jakarta pada hari Rabu."
Dilaporkan gimana Dadan dan dua ketua BGN lain melakukan "kejahatan dalam pengelolaan" lembaga tersebut. Disebut pula instansi dan rumah ketiganya digerebek aparat.
"Lembaga pengawas (ICW)... mengusulkan pengaduan terhadap Dadan bulan lampau dengan argumen dugaan penyimpangan anggaran," muat AFP lagi.
"Yayasan nan ditunjuk oleh ketiga terdakwa untuk mengawasi dapur umum diduga digunakan sebagai perangkat untuk kejahatan. Yayasan-yayasan tersebut menerima insentif miliaran rupiah setiap hari, dan yayasan-yayasan tersebut berafiliasi, dimiliki oleh para tersangka," tulis laman itu lagi mengutip Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pindana Khusus (Jampidsus) Syarief Sulaeman Nahdi.
"Ketiga orang tersebut juga dituduh mengawasi pengadaan terlarangan sepeda motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi... Jika terbukti bersalah, mereka dapat menghadapi balasan penjara seumur hidup."
Reuters sendiri menyoroti kasus penangkapan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Ia ditangkap atas tuduhan praktik korupsi dalam manajemen arsip imigrasi.
"Juru bicara KPK mengatakan pada hari Kamis bahwa lembaga anti-korupsi Indonesia telah menangkap wakil menteri imigrasi negara itu, menjadikannya pejabat pemerintah berkedudukan tinggi kedua dalam dua hari nan menghadapi tuduhan korupsi," muat laman itu, dalam tulisan berjudul "Indonesia arrest deputy immigration minister, graft charges".
"Penangkapan itu terjadi sehari setelah Kejaksaan Agung Indonesia (KPU) menahan Dadan Hindayana, mantan kepala lembaga nan mengawasi program makan cuma-cuma unggulan Presiden Prabowo Subianto. Dadan disebut sebagai tersangka dalam kasus korupsi nan mengenai dengan tata kelola dan pengadaan program tersebut," muatnya.
Dilaporkan bahwa Silmy telah diinterogasi di instansi KPK sejak Rabu malam dan keluar sekitar 10 jam kemudian pada Kamis pagi, dengan borgol dan mengenakan jaket oranye, nan menunjukkan bahwa dia telah disebut sebagai tersangka. Ia kemudian dibawa ke rumah tahanan.
"Dugaan korupsi tersebut terjadi pada tahun 2023 hingga 2024... Silmy menjabat sebagai kepala jenderal urusan imigrasi di bawah pendahulu Prabowo, Joko Widodo, selama periode tersebut," muat Reuters mengutip ahli bicara KPK Budi Prasetyo.
"Badan tersebut juga telah mengidentifikasi tujuh tersangka lain nan mengenai dengan kasus ini... Rincian lebih lanjut diperkirakan bakal dirilis pada Kamis sore," tambahnya menegaskan gimana Prabowo sudah berjanji memberantas korupsi sejak awal menjabat di 2024.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·