
Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen. (Foto: Instagram/maxverstappen1)
AUSTIN – Max Verstappen berpotensi menjadi penghalang utama dalam pesta seremoni gelar juara Kimi Antonelli akhir pekan ini. Pembalap Red Bull tersebut berkeinginan menunda kepastian gelar sang rival dengan mengincar kemenangan ketiganya secara beruntun di Formula One (F1) GP Amerika Serikat 2026 nan digelar pada 24-26 Oktober 2026.
Setelah sukses mengamankan podium tertinggi di GP Bahrain dan Singapura, juara bumi empat kali itu sekarang kembali diperhitungkan sebagai pemenang potensial. Kebangkitan Verstappen terjadi persis saat pembalap muda Mercedes asal Italia berumur 20 tahun tersebut makin mendekati takhta juara bumi F1 2026.
Pembalap asal Belanda berumur 29 tahun itu, nan tak ragu mengakui talenta luar biasa Antonelli, sebelumnya sukses meraih kemenangan dari posisi terdepan di Circuit of the Americas (COTA) tahun lalu. Kini, dia berburu kemenangan kelimanya di Sirkuit Austin untuk mendekati rekor Lewis Hamilton nan telah menang lima kali di sana.
1. Motivasi Tinggi Verstappen
Kendati tren performanya meningkat pesat, Verstappen enggan bersikap angkuh mengenai peluangnya di Amerika Serikat. Ia memilih untuk tetap menginjak bumi dan konsentrasi pada setiap balapan nan dihadapi.
"Sangat susah untuk memprediksinya, saya tidak mau berjanji pasti bakal berkompetisi di barisan depan di Austin," ungkap Verstappen, melansir dari New Straits Times, Jumat (23/10/2026).
Max Verstappen. (Foto: F1)
"Namun, beberapa akhir pekan terakhir terasa luar biasa. Saya hanya menjalaninya balapan demi balapan dan kita lihat saja hasilnya nanti, mengingat karakter sirkuit ini sangat berbeda," tambahnya.
Mengantongi tujuh podium dalam delapan balapan terakhir, termasuk dua kemenangan dan tiga kali runner-up, Verstappen sekarang berada di ranking keempat klasemen dengan selisih 119 poin. Kehadirannya berpotensi besar menggagalkan skenario Antonelli untuk mengunci gelar lebih awal sebagai juara bumi termuda sepanjang sejarah sekaligus pembalap Italia pertama nan juara sejak 1953.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·