Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Cibinong, Kabupaten Bogor.(Dok. MI)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Cibinong, Kabupaten Bogor, dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengajarkan keteladanan Rasulullah kepada anak-anak sejak dini. Kegiatan nan berjalan pada 22-23 Agustus 2026 itu tidak hanya diisi dengan rangkaian keagamaan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan adab dan karakter generasi muda.
Kegiatan nan digelar di Rumah Qur’an Qurrota A’yun, Jalan H. Saleh Sain, Kampung Cipayung, Pondok Rajeg, Cibinong, tersebut diikuti santri, anak-anak, orang tua, pengurus yayasan, serta penduduk sekitar.
Sekretaris Yayasan Paputungan Insan Mulia, Bambang Pamungkas Pringgodipuro, mengatakan Maulid Nabi semestinya tidak berakhir sebagai peringatan tahunan. Menurut dia, momen tersebut dapat digunakan untuk membujuk anak memahami perjalanan Rasulullah sekaligus menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mengingat kembali perjalanan hidup, perjuangan, dan kemuliaan adab Rasulullah. Kami berambisi anak-anak dan generasi muda tidak hanya mengenal Rasulullah, tetapi juga mencintai serta berupaya meneladani sifat jujur, amanah, santun, peduli, dan penuh kasih sayang," ujar Bambang dikutip pada Rabu (26/8).
Ia menjelaskan, pembentukan karakter dalam aktivitas tersebut dikaitkan dengan tiga nilai utama, ialah kecintaan kepada Rasulullah, Al-Qur’an, dan Indonesia. Kecintaan kepada Nabi diwujudkan dengan mengikuti adab dan perilakunya, sedangkan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak cukup melalui keahlian membaca alias menghafal.
Nilai-nilai nan terkandung dalam Al-Qur’an, menurut Bambang, perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan. Sementara kecintaan kepada Indonesia dapat ditunjukkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta berkontribusi bagi masyarakat.
"Generasi Qur’ani bukan hanya generasi nan bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga generasi nan memahami serta mengamalkan nilai-nilainya. Mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi nan beradab mulia, menghormati orang tua, menyayangi sesama, serta memberikan faedah bagi masyarakat, agama, dan bangsa," lanjutnya.
Perwakilan Rumah Qur’an Qurrota A’yun, Ustaz Hendra Winata Kusuma menilai pengenalan sosok Nabi Muhammad SAW kepada anak perlu dilakukan sejak usia dini. Menurutnya, Maulid Nabi dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan perjalanan hidup Rasulullah sekaligus nilai-nilai adab nan dapat diterapkan para santri.
"Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami mau menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan Al-Qur’an kepada para santri. Kecintaan tersebut kudu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menghormati orang tua dan guru, berbicara jujur, disiplin, saling menyayangi, serta mempunyai kepedulian terhadap sesama," ujar Hendra.
Hendra menekankan bahwa pendidikan Al-Qur’an semestinya tidak hanya mengejar keahlian anak dalam membaca dan menghafal. Lebih jauh, pembelajaran tersebut perlu membentuk kebiasaan dan perilaku nan mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Proses tersebut memerlukan keterlibatan banyak pihak. Keluarga, lembaga pendidikan, yayasan, tokoh agama, hingga lingkungan tempat anak tumbuh dinilai mempunyai peran dalam membangun karakter secara konsisten.
Kegiatan Maulid Nabi itu juga mempertemukan unsur family dan masyarakat dalam satu aktivitas keagamaan. Para santri, orang tua, pengajar, pengurus, dan penduduk sekitar mengikuti rangkaian aktivitas dalam suasana kebersamaan.
Di sisi lain, aktivitas sosial dan keagamaan seperti ini menjadi salah satu corak aktivitas nan dijalankan yayasan berbareng Rumah Qur’an. Selain pendidikan Al-Qur’an, perhatian diarahkan pada pembinaan karakter serta kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Bambang berambisi aktivitas serupa dapat terus melangkah dan memberikan faedah nan lebih luas. Ia juga mengapresiasi keterlibatan para pengajar, orang tua, masyarakat, dan pihak nan membantu terselenggaranya acara.
Hendra turut berambisi kerja sama nan terbangun dapat dilanjutkan melalui aktivitas pendidikan Al-Qur’an, pembinaan akhlak, maupun aktivitas sosial. Menurutnya, kesinambungan pembinaan menjadi krusial agar nilai kepercayaan tidak hanya disampaikan dalam aktivitas tertentu, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian anak. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·