MENYUSUT: Debit air di Daerah Irigasi Cireundeu di Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur terpantau mulai menyusut seiring hari tanpa hujan sejak beberapa pekan terakhir.(MI/Benny Bastiandi)
DEBIT air di sejumlah wilayah irigasi di wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpantau mulai mengalami penyusutan. Kondisi itu dipicu menurunnya intensitas curah hujan lebih kurang sejak beberapa pekan terakhir.
Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara, MM Kurniawan, mengatakan hasil pantauan di lapangan, terdapat sejumlah wilayah irigasi nan saat ini kondisi debit airnya menurun. Kondisi itu akibat terjadinya hari tanpa hujan (HTH) sejak beberapa pekan terakhir.
"Di wilayah (UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi) Sukanagara dan Pagelaran, memang sudah terjadi penurunan debit (air) di beberapa wilayah irigasi," kata Kurniawan, Kamis (11/6).
Kurniawan mengaku, sudah memonitoring langsung ke lapangan memantau perkembangan debit air. Di lingkup UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah Pagelaran misalnya, kata Kurniawan, debit air nan terpantau menyusut salah satunya di wilayah irigasi Cireundeu di Kecamatan Tanggeung dan di wilayah irigasi Cilumut Pasirkerud.
"Sudah kami cek lapangan. Di tengah potensi kemarau, kami intensifkan monitoring lapangan untuk memastikan pasokan air tak terganggu," tuturnya.
Melihat kondisi di lapangan, Kurniawan memastikan sejauh ini debit air nan ada saat ini diperkirakan tetap mencukupi memasok ke lahan-lahan pertanian hingga selesainya musim tanam (MT) II. Bahkan, lanjutnya, ada beberapa wilayah irigasi nan debit airnya malahan cukup bagus ketika tandus dibanding saat musim hujan, seperti di Batu Beureum.
"Pada prinsipnya, debit air memang mengalami penurunan. Tapi debitnya insya Allah tetap mencukupi sampai selesainya musim tanam II," pungkas Kurniawan nan juga ditunjuk menjabat sebagai Plt Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah VI Pagelaran.
Cakupan kewenangan UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara meliputi empat kecamatan. Wilayahnya terdiri dari Kecamatan Sukanagara, Kadupandak, Cijati, dan Takokak.
Terdapat 36 titik wilayah irigasi di empat kecamatan nan menjadi kewenangan UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara. Sebanyak lima titik di antaranya merupakan irigasi teknis dan sisanya irigasi sederhana.
Cakupan arealnya mencapai 7.800 hektare alias nyaris mencapai 8 ribu hektare. Arealnya meliputi persawahan, perkebunan, dan lahan pertanian lain. (BB/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·