Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan murah Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines, dilaporkan telah mulai menghentikan operasionalnya secara. Hal itu disampaikan Spirit Airlines di situs resmi, Sabtu, waktu setempat.
"Dengan sangat menyesal, pada tanggal 2 Mei 2026, Spirit Airlines memulai penghentian operasional secara bertahap, bertindak segera," tulis Maskapai itu, dikutip Sabtu (2/5/2026).
"Kepada para penumpang kami: semua penerbangan telah dibatalkan, dan jasa pengguna tidak lagi tersedia. Kami bangga dengan akibat model biaya sangat rendah kami terhadap industri selama 34 tahun terakhir dan berambisi dapat melayani para penumpang kami selama bertahun-tahun nan bakal datang," lanjut Spirit Airlines.
Selanjutnya, Maskapai mengarahkan pengguna dan vendornya untuk menghubungi nomor kontak untuk info perincian penghentian operasional tersebut.
"Situs web ini berisi info tentang proses penghentian operasional. Jika Anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi pemasok klaim kami, Epiq, melalui email," tulis Spirit Airlines.
Gagal Dapat Dana Talangan?
Sebelumnya, melansir CNBC International, sumber nan mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan, maskapai ini bisa berakhir beraksi secepatnya pada Sabtu awal hari waktu setempat, setelah negosiasi dengan kreditur tidak menghasilkan kesepakatan.
Pemerintah AS sempat menawarkan pinjaman sekitar US$500 juta nan berpotensi memberi kendali hingga 90% saham kepada negara. Namun, pembicaraan dengan pemegang obligasi kandas mencapai titik temu.
Presiden Donald Trump menyebut pemerintah sudah mengusulkan tawaran terakhir dalam proses tersebut.
"Kami menawarkan kesepakatan nan cukup keras. Ini situasi nan hasilnya bisa jadi lanjut alias tidak sama sekali," ujar Trump dikutip dari CNBC International, Sabtu (2/5/2026).
"Sepertinya kreditur lain nan menghambat. Mereka cemas posisinya bakal tergeser," imbuhnya.
Trump juga menegaskan posisi pemerintah dalam skema bailout tersebut.
"Pemerintah kudu jadi prioritas utama," tegasnya.
Spirit dikenal sebagai pelopor model maskapai murah di AS, dengan tiket rendah namun biaya tambahan untuk beragam layanan. Meski sempat mencetak keuntungan, dalam beberapa tahun terakhir perusahaan menghadapi tekanan dari kenaikan biaya operasional, perubahan selera konsumen ke jasa premium, hingga masalah teknis seperti penarikan mesin pesawat.
Upaya pengamanan juga sempat dilakukan melalui rencana akuisisi oleh JetBlue Airways, namun dibatalkan pemerintah beberapa tahun lalu. Data industri menunjukkan Spirit melayani sekitar 1,7 juta penumpang domestik AS dengan pangsa pasar 3,9% per Februari, turun dari 5,1% tahun lampau akibat pemangkasan rute.
Kondisi finansial perusahaan semakin tertekan oleh lonjakan nilai bahan bakar jet di tengah bentrok Timur Tengah. Spirit juga tengah menjalani kebangkrutan kedua dalam waktu kurang dari satu tahun.
Pengacara perusahaan, Marshall Huebner, sebelumnya mengungkap kondisi kas perusahaan di pengadilan. "Kas perusahaan tidak bakal memperkuat lama," ujarnya.
Sejumlah maskapai lain mulai bersiap mengantisipasi akibat jika Spirit betul-betul berakhir beroperasi. United Airlines menyatakan siap membantu penumpang dan tenaga kerja terdampak. United menyebut pihaknya "sedang bersiap mendukung penumpang dan tenaga kerja Spirit" jika operasional dihentikan.
Sementara American Airlines mengaku telah membatasi nilai tiket di rute nan juga dilayani Spirit untuk membantu pelanggan. Maskapai lain seperti Frontier Airlines dan JetBlue juga menyiapkan pengganti penerbangan bagi penumpang.
Meski berada di periode penutupan, hingga Jumat sore waktu AS, Spirit tetap menjual tiket melalui situs resminya.
Foto: (Dok. spiritrestructuring.com)
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·