Pengurus Masjid Al Akbar Cibubur.(Dok.Istimewa)
MASJID Al Akbar di Cibubur, Jakarta Timur, resmi digunakan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8). Masjid seluas sekitar 750 meter persegi tersebut mengusung konsep go green dengan memanfaatkan panel surya sebagai sumber daya listrik.
Peresmian ditandai dengan pembacaan tilawatil Quran, salawat dan burdah, dilanjutkan pemotongan tumpeng serta pita oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cibubur, KH Umar Dani.
Pemilik sekaligus penggagas Masjid Al Akbar, Ahmad Akbar, mengatakan masjid tersebut dibangun tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang aktivitas masyarakat, termasuk bagi remaja dan anak muda.
“Kami mau menjadikan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memberi faedah bagi masyarakat, juga remaja dan anak muda. Masjid ini memang kita rancang sebagai go green alias masjid hijau,” ujar Ahmad dalam sambutannya.
Menurut dia, Masjid Al Akbar menggunakan panel surya berkapasitas sekitar 10 ribu watt. Penggunaan daya mentari tersebut diharapkan dapat menghemat biaya listrik dalam jangka panjang.
“Lampunya kita pakai solar panel surya sekitar 10 ribu watt. Biayanya cukup tinggi, namun nantinya dengan listrik tenaga mentari bakal hemat,” katanya.
Ahmad mengatakan penggunaan panel surya pada masjid di Indonesia tetap terbatas. Ia menyebut Masjid Jogokariyan di Yogyakarta, salah satu masjid di Jawa Timur, dan Masjid Istiqlal Jakarta sebagai masjid nan telah menggunakan teknologi serupa.
Dengan penerapan panel surya tersebut, Masjid Al Akbar menjadi salah satu masjid di Jakarta nan memanfaatkan daya matahari. Panel surya nan dipasang terdiri atas tujuh panel nan dimaknai sebagai simbol tujuh ayat dalam Surah Al-Fatihah.
Ahmad mengatakan pembangunan masjid bermulai dari keputusan family untuk mengalihfungsikan tanah milik mereka menjadi tempat ibadah. Peletakan batu pertama dilakukan pada 29 Mei 2026.
Dalam waktu sekitar tiga bulan hingga peresmian, masjid tersebut telah digunakan untuk salat Jumat dan aktivitas pengobatan cuma-cuma bagi masyarakat.
Ketua DMI Cibubur KH Umar Dani mengapresiasi Ahmad Akbar berbareng istrinya, Tineke, nan menyerahkan tanah family untuk pembangunan masjid.
“Alhamdulillah, pembangunan masjid ini ditangani sendiri berbareng keluarga. Menurut Nabi, orang nan senantiasa mendirikan tempat ibadah termasuk orang nan mahir khair alias mahir kebaikan,” ujar Umar.
RANGKUL ANAK MUDA
Peresmian Masjid Al Akbar turut dihadiri tokoh masyarakat, artis dan novelis, antara lain Adi Bing Slamet, Neno Warisman, dan Asma Nadia. Mereka mendorong masjid menjadi ruang nan terbuka bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Adi Bing Slamet mengatakan keberadaan Masjid Al Akbar dapat menambah ruang ibadah sekaligus aktivitas positif bagi penduduk dan anak muda. “Kita apresiasi masjid go green ini menjadi masjid nan terbuka bagi penduduk masyarakat sekitar serta kalangan anak muda nan menghadapi banyak tantangan kehidupan dan kebudayaan,” kata Adi.
Sementara itu, Neno Warisman meminta pengelola masjid merancang aktivitas nan sesuai dengan minat remaja agar mereka merasa nyaman beraktivitas di masjid.
“Rancang aktivitas nan disukai para remaja dan anak muda. Jangan dihujat alias dimarahi, nan krusial mereka mau datang ke masjid. Beri motivasi dan dorongan pelan-pelan,” ujar Neno.
Menurut Neno, masjid perlu menjadi ruang nan ramah dan bisa menerima keberadaan generasi muda. Ia berambisi Masjid Al Akbar dapat berkedudukan sebagai pusat pembinaan keagamaan dan aktivitas positif bagi masyarakat. “Semoga masjid ini dapat menjadi tembok ketaatan serta tembok peradaban,” katanya.
Novelis Asma Nadia berambisi Masjid Al Akbar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. “Semoga masjid ini dapat menjadi oase bagi semua kalangan untuk beragama dan beraktivitas sosial keagamaan dan kemasyarakatan,” ujar Asma. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·