
Ilustrasi galon air minum guna ulang nan sudah tua. (Foto: dok Unsplash/Jude Wilson)
JAKARTA – Galon air minum guna ulang nan tak layak pakai tetap sering ditemukan di pasaran, khususnya Jabodetabek. Tentu saja kondisi ini bukan lagi menjadi perihal wajar, lantaran memicu kekhawatiran bakal larutnya unsur kimia rawan nan biasa dikenal dengan BPA.
Terbaru, Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menemukan kebenaran bahwa galon nan telah berumur 13 tahun tetap dijual bebas kepada konsumen di Bogor.
Bahkan, secara total, info temuan KKI mengungkap lebih dari 57 persen galon nan beredar di Jabodetabek sudah berumur lebih dari dua tahun. Menurut para mahir usia tersebut jelas telah melampaui pemisah aman.
Tak hanya usia nan melampaui pemisah aman, kondisi isi semakin parah dengan adanya 8 dari 10 galon nan dijual sudah tampak kusam. Ini menjadi tanda bahwa bungkusan galon tersebut telah rusak dan berisiko melepaskan unsur kimia berbahaya.
Ketua KKI, David Tobing, mengungkapkan bahwa temuan ini menunjukkan adanya masalah nan lebih besar. “Dari investigasi kami di 60 gerai di Jabodetabek, 57 persen galon nan beredar berumur di atas dua tahun. Bahkan kami menemukan galon produksi tahun 2012,” tuturnya saat menyerahkan hasil investigasi kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada akhir tahun lalu.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·