Masih Ada Letupan, Pemadaman Gudang di Jakbar Terkendala Bara dan Gas Beracun

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Proses pemadaman penyimpanan terbakar di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) tetap berlangsung. Letupan-letupan tetap terjadi di dalam penyimpanan saat pemadam kebakaran (damkar) melakukan proses pendinginan.

"Dari semalam juga tetap ada letupan. Tapi enggak seseram semalam. Kalau sekarang, sih, kecil-kecil gitu. Kalau semalam tuh memang gede ledakannya," kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakbar, Syaiful Kahfi, dilansir Antara, Selasa (12/5/2026).

Proses pendinginan dilakukan petugas dengan menyemprot air dan mengurai material di dalam penyimpanan untuk memastikan api padam total. Dia menduga letupan tersebut berasal dari tabung-tabung freon alias kaleng gas nan tersimpan di dalam gudang.

"Dugaannya begitu, ledakan itu dari kaleng-kaleng freon sama nan ada gasnya itu," ujar Syaiful.

Kendala Bara Api dan Gas Beracun

Selain letupan, dia menyebut proses pendinginan itu juga terkendala bara api material serta gas beracun. Bara itu berasal dari barang-barang di dalam penyimpanan nan menumpuk sehingga menyimpan panas pada bagian bawahnya.

"Kendalanya itu, tumpukannya banyak, kan itu tingginya peralatan itu nyaris kurang lebih dua meteran. Jadi, panas di dalam tuh tetap ada. Kalau kita mau ini (padamkan total), kan dia kudu diurai, diangkat, baru disemprot," tuturnya.

Petugas terus membanjiri area tersebut dengan air agar bara api di bawah tumpukan itu betul-betul meninggal dan tidak kembali memicu asap alias penyalaan api kembali.

Selain hambatan tumpukan material, petugas juga dihadapkan pada kepulan asap nan diduga mengandung bahan kimia beracun.

"Namanya gas pasti berbisa kan. Kita enggak ada perangkat (deteksinya) itu. Jadi, ya, memang asapnya baunya beda. Jadi, kita pakai breathing apparatus, perangkat bantu pernapasan," kata Syaiful.

Akibat pekatnya asap di lokasi, kata dia, satu orang personel pemadam kebakaran dilaporkan sempat mengalami sesak napas saat berupaya menjinakkan api.

"Aman, sih, jika petugas. Cuma satu (orang) sempat sesak napas lantaran terlalu banyak menghirup gas. Sempat dibawa ke RSUD, dikasih oksigen saja terus pulang," ungkap Syaiful.

Gudang-gudang nan terbakar itu berlokasi di Jalan Kamal Raya Pergudangan Miami Blok B 1 RT 01 RW 01 Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakbar. Empat penyimpanan nan terbakar, ialah penyimpanan plastik, kardus, freon, dan karpet.

Saksi mengatakan sempat ada beberapa kali ledakan sebelum api menyala besar semalam. Kebakaran gudang-gudang itu terjadi sejak Senin (11/5) pukul 20.06 WIB semalam.

"Menurut kesaksian saksi, ketika lembur pada pukul 20.00 WIB bunyi ledakan dari penyimpanan freon terdengar 5 kali," katanya.

Proses pemadaman dilakukan sejak pukul 20.21 WIB semalam. Api menyala besar hingga dapat padam pukul 02.00 WIB. Operasi pemadaman dilanjutkan proses pendinginan.

Sebanyak 24 unit mobil dam 120 personel damkar dikerahkan ke letak kebakaran nan luas area terdampaknya sekitar 1.000 meter persegi ini.

(jbr/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News