Maruarar Datangi Menteri PANRB Ajukan Struktur Baru, Percepat Program Perumahan Prabowo

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |18:07 WIB

 Maruarar Datangi Menteri PANRB Ajukan Struktur Baru, Percepat Program Perumahan Prabowo

Maruarar Datangi Menteri PANRB Ajukan Struktur Baru, Percepat Program Perumahan Prabowo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mendorong Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menyetujui penambahan struktur birokrasi di kementeriannya demi mempercepat sasaran cetak dan bedah rumah nasional. 

Langkah ekspansi kelembagaan ini diproyeksikan berimplikasi langsung pada penambahan kebutuhan pagu anggaran dan susunan kepegawaian.

Lonjakan sasaran pembangunan serta rehabilitasi kediaman rakyat memaksa Kementerian PKP bergerak sigap menata susunan kelembagaan agar lebih responsif di lapangan. Maruarar memandang penambahan struktur unit kerja baru absolut diperlukan agar eksekusi program tidak tersendat keterbatasan aparatur maupun hambatan manajemen pembiayaan.

"Tentu organisasinya ada syaratnya jika mau dibentuk, mulai dari tahapannya, orangnya, sampai pembiayaannya. Kami menyusun organisasi secara efektif dan produktif untuk mengakomodir tugas nan makin berkembang," ujar Maruarar saat ditemui di instansi Kemenpan-RB, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Dalam pertemuan antara Maruarar dan Menpan RB Rini Widyantini, Maruarar mengatakan obrolan soal rencana penambahan birokrasi di Kementerian PKP berjalan terbuka. Kemenpan-RB disebut memberikan pengarahan izin serta pengelolaan kepegawaian secara jelas, termasuk tata langkah menjaga integritas. Sebaliknya, PKP membeberkan jalannya birokrasi sejauh ini.

Dia mencontohkan, pembentukan pos strategis seperti kepala strategi di tingkat direktorat jenderal sebelumnya telah terbukti membuahkan hasil nyata lewat peluncuran skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dengan subsidi kembang plafon hingga Rp20 miliar untuk pelaku UMKM toko gedung dan developer lokal, serta pinjaman tanpa agunan di bawah Rp100 juta dengan kembang rendah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑