Jakarta -
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono mengkritik tajam pernyataan sejumlah pihak nan dinilai tidak konstruktif dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut merujuk pada pandangan nan disampaikan oleh seorang pengamat politik, Saiful Mujani, dan Islah Bahrawi dalam forum Halal Bihalal berjudul 'Sebelum Pengamat Ditertibkan' nan berjalan di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026.
Dalam forum itu, muncul narasi nan menyebut bahwa Presiden tidak bakal menyelesaikan masa jabatannya hingga 2029.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan itu, pernyataan tersebut tidak hanya berkarakter spekulatif, tetapi juga berpotensi menciptakan instabilitas politik serta mengganggu kepercayaan publik terhadap pemerintahan nan sah.
"Sebagai tokoh publik, setiap pernyataan hendaknya mempertimbangkan akibat luas terhadap masyarakat. Narasi nan menjurus pada delegitimasi pemerintahan nan sah sangat tidak tepat, terlebih jika disampaikan tanpa dasar nan jelas," ujar Mardiono, Selasa (7/4/2026).
Mardiono menegaskan bahwa Presiden Prabowo saat ini tengah konsentrasi menjalankan pemerintahan dan mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat sebagaimana petunjuk UUD 1945 Pasal 33.
"Tidak ada argumen untuk tidak mendukung Bapak Presiden Prabowo. Beliau mempunyai cita-cita mulia untuk mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat demi kesejahteraan," tegasnya.
Lebih lanjut, Mardiono mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tetap berada dalam suasana Idul Fitri nan semestinya dimaknai sebagai momentum memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kesejukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Di bulan nan penuh berkah ini, sudah sepatutnya kita menghadirkan narasi nan menyejukkan, bukan justru memperkeruh suasana dengan pernyataan provokatif dan kontraproduktif," ujarnya.
Mardiono menambahkan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tengah bekerja keras menghadapi beragam tantangan, mulai dari penguatan ekonomi nasional hingga dinamika dunia seperti krisis daya dan ketidakpastian geopolitik.
"Pemerintah berupaya maksimal memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga stabilitas nasional. Karena itu, seluruh komponen bangsa semestinya memberikan dukungan, bukan justru menyebarkan spekulasi nan tidak berdasar," tambahnya.
Terakhir, Mardiono membujuk seluruh tokoh masyarakat, akademisi, dan pengamat untuk lebih bijak dalam menyampaikan pandangan di ruang publik dengan mengedepankan etika, tanggung jawab, serta semangat persatuan.
"Perbedaan pendapat adalah perihal nan wajar dalam demokrasi, namun kudu disampaikan secara konstruktif dan bertanggung jawab demi menjaga keutuhan bangsa," pungkasnya.
Tonton juga video "PPP Butuh Rp 1 T untuk Balik ke DPR, Mardiono: Biaya Politik Besar"
(anl/ega)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·