Dokter Ingatkan Mata Terkena Abu Vulkanik Harus Dibilas Air Bersih

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dokter Ingatkan Mata Terkena Abu Vulkanik Harus Dibilas Air Bersih Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk membersihkan letak dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di SDN 1 Merak Belantung, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (7/9/2026).(ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Mata Indonesia Cabang Jakarta (Perdami Jaya) mengingatkan masyarakat bakal ancaman paparan abu vulkanik erupsi gunung berapi terhadap organ penglihatan. Kontak langsung abu vulkanik pada mata berpotensi memicu perlukaan serius hingga erosi kornea jika tidak ditangani dengan tepat.

Dokter ahli mata lulusan Universitas Indonesia, dr. Sesaria Rizky Kumalasari, Sp.M, menjelaskan bahwa abu vulkanik mempunyai karakter nan sangat berbeda dibandingkan debu jalanan biasa.

"Jika abu vulkanik masuk ke dalam mata maka dapat terjadi perlukaan dan reaksi iritasi lantaran kontak bentuk serta kimiawi," kata Sesaria dikutip dari Antara, Kamis (10/9).

Sesaria, nan juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Non-Katarak Perdami Jaya, mengungkapkan bahwa abu vulkanik merupakan campuran mikroskopis dari bebatuan, kristal mineral, dan kaca vulkanik.

Strukturnya mempunyai sudut-sudut tajam tak beraturan nan menyerupai serpihan kaca. Selain itu, permukaan abu vulkanik kerap diselimuti senyawa kimiawi asam, seperti sulfur oksida:

  • Sifat Tajam: Partikel abu bertindak seperti "amplas mikroskopik" nan dapat menggores dan melukai permukaan kornea mata (abrasi/erosi kornea).
  • Sifat Kimiawi: Senyawa masam memicu reaksi peradangan sigap pada konjungtiva (selaput cerah mata), ditandai dengan mata merah, berair, hingga keluar kotoran.
  • Gejala Klinis: Sensasi barang asing (kelilipan hebat), rasa gatal, perih menyengat, nyeri, kemerahan, hingga tingginya sensitivitas terhadap sinar (fotofobia).

Pertolongan Pertama dan Larangan Mengucek Mata

Guna mencegah kerusakan kornea nan lebih parah alias akibat timbulnya jangkitan sekunder, dr. Sesaria menegaskan tindakan utama nan wajib dihindari adalah mengucek mata.

Mengucek mata saat kemasukan abu vulkanik bakal makin menancapkan partikel tajam ke jaringan kornea serta mempercepat penyebaran unsur kimiawi masam ke seluruh permukaan mata.

Langkah pertolongan pertama nan direkomendasikan meliputi:

  • Bilas Air Mengalir: Segera bilas kedua mata menggunakan air bersih nan mengalir alias gunakan tetes mata nan mengandung air mata buatan (artificial tears).
  • Lapas Lensa Kontak: Segera lepas dan buang lensa kontak nan sedang digunakan dengan tangan bersih guna menghindari peradangan nan lebih berat.
  • Gunakan Kacamata Pelindung: Selalu kenakan kacamata pelindung (goggles) saat kudu beraktivitas di luar ruangan di wilayah terdampak hujan abu.

"Menguceknya seperti menggosokkan amplas mikroskopik di permukaan mata. Senyawa kimia nan menyelimuti abu vulkanik juga dapat menyebar dengan sigap sehingga reaksi peradangan dapat memberat," tegas Sesaria.

(Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia