Cikal Bintang
, Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |20:44 WIB

Suasana laga Persib Bandung vs Persik Kediri di Super League 2025-2026. (Foto: Instagram/persikfcofficial)
BANDUNG – Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menegaskan agar anak asuhnya tidak terpuruk dalam kesedihan setelah menelan kekalahan pahit dari Persib Bandung. Reina mengingatkan hasil minor ini kudu dijadikan bahan pertimbangan mendalam sekaligus pelajaran berbobot untuk menghadapi laga-laga krusial di depan mata.
Persik Kediri kudu mengakui kelebihan telak Persib Bandung dengan skor 0-3 dalam lanjutan Super League 2025-2026. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat pada Senin 9 Maret 2026 malam WIB.
1. Petaka Penalti
Bertindak sebagai tim tamu, Macan Putih –julukan Persik Kediri– tampak kewalahan meredam skema ofensif nan diperagakan Persib Bandung. Alhasil, tiga gol kemenangan tuan rumah tercipta melalui eksekusi penalti Thom Haye pada menit ke-24, serta brace dari Andrew Jung nan dicetak pada menit ke-40 (penalti) dan ke-54.
Usai laga, Reina mengakui bahwa timnya merasa kecewa lantaran kandas membawa pulang poin dari Bandung. Meski demikian, pembimbing asal Spanyol itu menekankan bahwa hasil ini tidak boleh merusak mentalitas para pemain dalam menatap sisa kejuaraan musim ini.
Persib Bandung vs Persik Kediri. (Foto: Instagram/persib)
"Kita kudu belajar dari pertandingan ini. Kita mempunyai pertandingan krusial di depan. Kita kudu memastikan ini tidak terjadi lagi di pertandingan berikutnya," kata Reina dilansir dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (iLeague), Selasa (10/3/2026).
2. Evaluasi Kesalahan Krusial Lini Belakang
Lebih lanjut, Reina memaparkan aspek utama nan menyebabkan kekalahan Macan Putih dari Maung Bandung –julukan Persib. Ia mengakui bahwa skuat didikan Bojan Hodak bermain jauh lebih berani dan efektif dalam memanfaatkan setiap kesempatan daripada anak asuhnya sendiri.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·