
Pembalap Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi. (Foto: Instagram/Aprilia)
BOLOGNA – Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui ketangguhan Aprilia Racing nan tampil luar biasa pada pembuka musim MotoGP 2026. Ia menilai pabrikan asal Noale tersebut telah melakukan lompatan performa nan sangat signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Sejauh ini, Aprilia Racing memang menunjukkan konsistensi impresif dalam tiga balapan perdana. Tim Italia tersebut sukses mengungguli Ducati, nan dalam beberapa tahun terakhir nyaris tak tersentuh di puncak klasemen kompetisi.
1. Marco Bezzecchi Jadi Momok Menakutkan
Marco Bezzecchi muncul sebagai ujung tombak Aprilia Racing nan paling produktif. Rider didikan Valentino Rossi tersebut sukses menyapu bersih podium pertama dalam tiga seri pembuka, ialah di MotoGP Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat.
Berbanding terbalik dengan rivalnya, duet maut Ducati Lenovo, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, justru tetap kesulitan menemukan ritme terbaik. Keduanya tercatat belum pernah menginjakkan kaki di podium pada sesi balapan utama sejauh ini.
Marco Bezzecchi. (Foto: Instagram/marcobez72)
2. Evaluasi Performa Motor
Menanggapi situasi tersebut, Tardozzi mengakui bahwa Ducati saat ini tertinggal dalam perihal pengembangan kecepatan dibanding Aprilia Racing. Menurutnya, paket motor RS-GP mengalami kemajuan pesat nan didukung oleh jejeran pebalap nan kompetitif.
“Aprilia meningkat sangat pesat. Jika dibandingkan info tahun lampau dengan tahun ini, mereka berkembang tujuh alias delapan persepuluh detik, sementara kami hanya satu alias dua,” kata Tardozzi, dilansir dari Motosan, Selasa (31/3/2026).
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·