Maraton 3 Hari Pemerintah-DPR Genjot Bursa dan Rupiah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah akhirnya mencetuskan kebijakan non-populis, meningkatkan nilai BBM Pertamina jenis Pertamax. Meski perihal ini sudah diprediksi tatkala kebijakan serupa dilakukan untuk BBM dengan RON lebih tinggi, namun kenaikan nilai Pertamax menjadi Rp 16.250 jelas mengagetkan sejumlah masyarakat.

Sejumlah penduduk menyangka jika kenaikan nilai Pertamax, nantinya bakal menciptakan rantai kenaikan-kenaikan kebutuhan lainnya. Sementara itu, mengutip detikOto, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian nilai BBM non subsidi mengikuti izin nan berlaku. Ia mengatakan, kebijakan ini adalah bagian dari penerapan tata kelola daya nan bermaksud untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan daya bagi masyarakat.

"Penyesuaian nilai Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses pertimbangan sesuai formula nilai nan ditetapkan pemerintah," ujar Roberth, diktuip dari detikOto, Rabu (10/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kembali itu, angan muncul dari sisi moneter. Mengutip detikFinance, rupiah hari ini menunjukkan kedigdayaannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Rabu (10/6/2026), dolar terpantau melemah ke level Rp 17.900-an pada awal perdagangan. Disebutkan jika sepanjang perdagangan hari ini, dolar AS diperkirakan bergerak pada rentang Rp 17.895 hingga Rp 17.926.

Terkait perihal ini, Menteri finansial RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan jika rupiah diperkirakan bakal terus menguat hingga akhir semester II tahun ini. Purbaya menyebut tekanan rupiah belakangan dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk-off di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi melangkah dan transaksi finansial domestik. Purbaya mengatakan jika faktor-faktor penekan itu nantinya bakal bisa diredam dengan koordinasi nan lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, serta perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE).

"Rupiah bakal kembali menguat secara berjenjang pada semester II-2026," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Sebelumnya, DPR RI memfasilitasi kementerian dan lembaga untuk menyusun kebijakan nan diharapkan dapat mengantisipasi semakin melemahnya rupiah dan juga IHSG. Dalam pertemuan nan dilaksanakan pada Sabtu (6/6) tersebut, tercetus dua langkah untuk memperkuat rupiah.

Pertama, meningkatkan daya tarik imbal hasil untuk menarik arus biaya asing nan dianggap bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kedua, moneter dan fiskal menyepakati untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar finansial dan perbankan. Implementasinya adalah pengelolaan kas pemerintah oleh BI dengan peningkatan kembang nan dibayarkan moneter ke fiskal.

Sementara itu, hasil positif penguatan IHSG juga merupakan akibat dari marathon pertemuan nan diinisiasi oleh DPR RI. Diketahui, IHSG naik level 7,5% di nomor 5,746-an pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026).

Lalu sejauh mana sentimen pasar bakal terus berada di titik positif menyambut kebijakan-kebijakan nan dimunculkan pemerintah? Simak ulasannya dalam detikSore!

Menuju buletin daerah, detikSore bakal memandang langsung situasi terkini tanggul lumpur Lapindo nan disebut-sebut sudah mencapai titik kritis. Seperti ditulis detikjatim, posisi permukaan luapan lumpur nan tetap memancar sejak 20 tahun lampau tersebut sudah setinggi bibir tanggul.

Warga Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, diliputi rasa cemas menyusul belum dialirkannya air dan lumpur dari area penampungan ke Sungai Porong. Mereka cemas tanggul bakal kembali ambles seperti nan pernah terjadi pada 2018 silam.

Lalu gimana upaya regulator setempat untuk mengantisipasi risiko-risiko nan mungkin terjadi? Simak laporan langsung Jurnalis detikJatim langsung dari lokasi.

Jelang petang nanti, detikSore bakal mengulas gimana seorang penanammodal ritel menyelamatkan diri dari perubahan IHSG. seperti diketahui, belakangan pelemahan bursa saham terus terjadi. Meski IHSG sempat meroket 7,5%, sejumlah pihak tetap cemas jika peningkatan instan ini tidak memperkuat lama.

Apa exit strategy nan kudu disiapkan saat situasi pasar tidak dapat diprediksi? Simak pembahasannya dalam Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari nan disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat nan tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance