Marak begal, Legislator DKI minta pemkot lebih peduli keamanan warga.
, JAKARTA, – Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyerukan perhatian lebih dari Pemerintah Kota Jakarta Barat mengenai maraknya tindakan pemalak dan jambret nan meresahkan warga. Kenneth menyatakan bahwa peningkatan kasus kejahatan jalanan ini telah membikin penduduk takut beraktivitas, terutama pada malam hari.
Kenneth, nan berkawan disapa Kent, menegaskan bahwa persoalan ini tidak cukup ditangani dengan patroli sesaat alias reaksi setelah kasusnya viral. Ia menilai bahwa tanggung jawab keamanan tidak hanya berada di pundak abdi negara kepolisian, tetapi juga pemerintah kota nan kudu meningkatkan pengawasan wilayah, penerangan jalan, dan pengaktifan CCTV.
"Ini kudu menjadi sirine keras bagi Pemerintah Kota Jakarta Barat agar lebih 'aware' dan serius membaca situasi di lapangan," ujarnya.
Kent mendesak Pemkot Jakarta Barat untuk segera memetakan titik rawan dan memastikan akomodasi keamanan seperti lampu jalan dan CCTV berfaedah dengan baik. Ia juga menyoroti beberapa kasus pidana sadis nan baru-baru ini terjadi, seperti tindakan pemalak di depan Stasiun Grogol dan di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, di mana korban mengalami kekerasan dan kehilangan peralatan berharga.
Di area Mangga Besar 4 M, Taman Sari, tindakan jambret juga terjadi saat seorang korban nan hendak berangkat ke gereja menjadi sasaran empat pelaku nan diduga membawa celurit.
Kent menilai meningkatnya kasus pidana ini menunjukkan adanya celah pengawasan nan perlu segera diperbaiki oleh pemerintah provinsi dan kota. "Kalau masyarakat sudah takut pulang malam, berfaedah ada nan salah dengan sistem pengawasan kita," tambahnya.
Ia menekankan pentingnya operasi campuran rutin dan pembentukan pos pantau di titik rawan, serta pertimbangan berkala terhadap tingkat kejahatan di Jakarta Barat. "Keamanan masyarakat adalah prioritas. Pemkot Jakbar kudu lebih peduli, lebih responsif, dan lebih sigap bertindak," tegas Kenneth.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·