
Mantan Pimpinan Junta Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. (Foto: AP)
JAKARTA – Mantan kepala junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, terpilih sebagai presiden ke-11 negara itu pada Jumat (3/4/2026) setelah memenangkan lebih dari separuh bunyi di parlemen.
Para personil parlemen di Parlemen Uni, ibu kota Nay Pyi Taw, mendukung Min nan berumur 69 tahun, sehingga mengamankan kemenangannya dalam pemilihan presiden, lapor Xinhua News.
Min menjabat sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, nan dikenal sebagai Tatmadaw, sejak 2011 hingga mengundurkan diri pada Maret untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Ia digantikan oleh mantan kepala intelijen Ye Win Oo, nan mengambil alih peran tersebut awal pekan ini.
Min secara efektif memerintah Myanmar sejak memimpin kudeta militer pada 2021 nan menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi. Pengambilalihan kekuasaan tersebut menyebabkan pembubaran partai Liga Nasional untuk Demokrasi dan memperparah perang kerabat nan sedang berlangsung.
Setelah berkuasa selama lima tahun, Min mengawasi proses pemilihan tiga tahap nan dimulai pada akhir Desember dan menghasilkan kemenangan bagi partai-partai pro-militer, termasuk Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan.
Penganiayaan terhadap Rohingya
Parlemen baru mengadakan sidang pertamanya pada 16 Maret. Selama masa jabatannya sebagai kepala militer, Myanmar menghadapi kecaman internasional atas penganiayaan terhadap minoritas Rohingya nan kebanyakan berakidah Islam.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·