
Mantan Bos Milan Blak-Blakan soal Krisis Sepak Bola Italia hingga Sindir Inter Terkait Calciopoli (Instagram)
JAKARTA - Mantan bos AC Milan, Adriano Galliani, blak-blakan soal krisis sepak bola Italia dewasa ini. Ia juga menyindir Inter Milan mengenai Calciopoli.
Mantan CEO ini menghabiskan lebih dari tiga dasawarsa di sisi Silvio Berlusconi. Pertama, saat keduanya bahu-membahu meraih kesuksesan di AC Milan. Kemudian, keduanya melanjutkan petualangannya di Monza.
1. Blak-blakan soal Krisis Sepak Bola Italia
Galliani berbincang lebar soal krisis nan terjadi di sepak bola Italia. Ia pun mengidentifikasi sejumlah masalah.
“Klub-klub nan memenangkan Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir mempunyai pendapatan dua kali lipat dari klub-klub terbesar Italia,” kata Galliani saat menghadiri acara, kepada Calciomercato, melansir Football Italia, Kamis (21/5/2026).
“Pendapatan Real Madrid mencapai €1,2 miliar, sementara klub-klub Italia terbaik hanya bisa menghasilkan €400-500 juta termasuk untung dari penjualan pemain,” ucapnya.
Musim ini, tak ada perwakilan Serie A di semifinal tiga kejuaraan UEFA. Hanya Bologna dan Fiorentina nan bisa lolos ke perempat final.
“Dulu kami menang lantaran mempunyai pemain-pemain terbaik. Pemenang Ballon d’Or terakhir dari Serie A adalah Kaka pada tahun 2007,” kata Galliani.
Sekali lagi, ini bermuara pada kurangnya pendapatan. Ia pun mengungkapkan penyebab kesenjangan finansial ini.
“Ada beberapa argumen kenapa Serie A kesulitan menjual kewenangan siar TV-nya di luar negeri. Liga Premier baik-baik saja lantaran banyak orang di seluruh bumi berbincang bahasa Inggris, sementara La Liga dijual ke negara-negara berkata Spanyol. Tidak ada nan betul-betul berbincang bahasa Italia di luar Italia, selain di beberapa bagian Swiss,” ujar Galliani.
Ia mengungkapkan langkah bagi klub untuk dapat meningkatkan pendapatannya. Hal terpenting adalah mengenai masalah stadion.
“Untuk meningkatkan pendapatan, perihal pertama nan perlu kita kerjakan adalah stadion. Struktur nan bagus juga membantu penjualan kewenangan siar TV, lantaran ketika penonton memandang arena separuh kosong nan runtuh, mereka tidak tertarik," ujarnya.
Ia tak menampik sekarang Serie A tak lagi menjadi tujuan para pemain bintang, seperti era dahulu.
“Serie A dulunya adalah sesuatu nan diincar para pemain, sekarang kita adalah liga transisi.”
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·