Mandatori E5 Dimulai 2026, ESDM Minta Asosiasi Langsung Uji Coba 20 Persen

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi, usai aktivitas Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2025, di JCC Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Kementerian ESDM bakal memulai mandatori campuran etanol ke bensin alias bioetanol sebesar 5 persen (E5) pada paruh kedua tahun 2026. Kenaikan kadar menjadi 10 persen namalain E10 ditargetkan dapat langsung melangkah awal 2027, dan E20 dimulai pada 2028. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan berjalannya program E5 tinggal menunggu Keputusan Menteri (Kepmen) mengenai penetapan alokasi dan kesiapan prasarana badan usaha, karena patokan mengenai mandatori sudah tertera dalam Kepmen ESDM No 113 Tahun 2026. "Sesuai dengan nomor di situ (Kepmen), kan, itu minimal tulisannya. Sehingga jika sesuai, ya, sesuai, tinggal volume alokasinya. Tapi volume alokasinya kemarin tetap obrolan percepatan lantaran infrastrukturnya Pertamina minta ada waktu panjang gitu," jelasnya saat ditemui di instansi Kementerian ESDM, dikutip Kamis (18/6). Kendati begitu, Eniya belum bisa memastikan kapan tepatnya program E5 berjalan, apakah bisa berbarengan dengan dimulainya mandatori B50 pada 1 Juli 2026. Pasalnya, uji coba tetap berjalan antara badan upaya dan balai pengetesan Lemigas. Hanya saja, dia menjamin mandatori bioetanol ini bakal segera dilaksanakan. Sebab, pemerintah mengejar sasaran nan lebih ambisius mulai Januari 2027 mendatang, ialah dinaikkan campurannya menjadi 10 persen sehingga tinggal beberapa bulan persiapan nan dibutuhkan. "Intinya sebelum Desember (2026) sudah dimandatorikan dulu 5 persen, lantaran Januari (2027), kan, mengejar nan 10 persen, baru nan Januari 2028 baru 20 persen," ungkap Eniya. Di sisi lain, Eniya berambisi badan upaya berbareng asosiasi pengusaha nan tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) segera melakukan uji jalan (road test), jika perlu langsung dengan campuran 20 persen. "Saya lagi minta asosiasi untuk mari kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh, Anda janji, ya, mari kita secepatnya E20 uji road test-nya," tegasnya. Hal ini dilakukan untuk sekalian mempersiapkan mandatori E20 pada tahun 2028, lantaran jika hasil uji coba tersebut baik, kata Eniya, maka otomatis kualitas campuran E5 dan E10 juga tidak bakal bermasalah kepada mesin kendaraan. "Tapi saya percaya produk-produk mobil nan sekarang itu bisa sampai 30 persen, itu di jurnal ada, jadi, kan, sudah tinggal dicari saja theoretical base-nya. Saya percaya 30 persen itu enggak masalah, hanya tahun berapa (uji coba) nan bisa E10, tahun berapa nan bisa E20, tahun berapa nan bisa sampai E30, itu saya minta kemarin asosiasi mari kita segera road test," tandas Eniya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan