ilustrasi operasi hujan buatan.(Antara)
PEMERINTAH Malaysia menggelar operasi penyemaian awan selama tiga hari di Sarawak untuk mengurangi akibat kabut asap rawan nan menyelimuti negara bagian tersebut. Asap dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia, memperburuk kualitas udara dan meningkatkan keluhan gangguan pernapasan warga.
Operasi nan dimulai Kamis (3/9) itu ditujukan untuk membantu membersihkan udara tetapi sekaligus menambah persediaan air menghadapi kemungkinan cuaca nan lebih panas dan kering.
Komite Manajemen Bencana Sarawak mengatakan penyemaian awan difokuskan pada tiga waduk pembangkit listrik tenaga air dan 13 area tangkapan air. Operasi melibatkan Angkatan Udara Malaysia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Departemen Meteorologi Malaysia.
Ketua Komite Manajemen Bencana Sarawak Douglas Uggah Embas mengatakan operasi tersebut krusial untuk meningkatkan kesiapan air sebelum kondisi kering semakin parah.
"Oktober kemungkinan bakal lebih panas dan kering. Kami mau meningkatkan ketinggian air sebanyak mungkin selagi tetap memungkinkan," kata Uggah kepada wartawan di pangkalan Angkatan Udara Malaysia di Kuching.
Sebuah pesawat C-130 disiapkan untuk menjalankan penerbangan penyemaian awan. Pesawat tersebut bakal menyebarkan larutan garam ke dalam awan pada ketinggian sekitar 5.000 hingga 7.000 kaki di atas wilayah sasaran.
Pemerintah Sarawak menyatakan hujan nan dihasilkan melalui penyemaian awan berpotensi membantu menurunkan konsentrasi polutan di udara. Dengan demikian, hujan diharapkan dapat mengurangi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Namun, operasi tersebut berjuntai pada kondisi atmosfer. Penyemaian awan tidak dapat dilakukan jika tidak tersedia susunan awan nan sesuai. Perkembangan awan dan curah hujan bakal dipantau secara berkala untuk menentukan kondisi atmosfer sekaligus menilai hasil operasi.
Kondisi kualitas udara di Sarawak kembali memburuk pada Kamis. Sebanyak tujuh letak mencatat indeks polusi udara alias Air Pollutant Index (API) di atas 300 nan masuk kategori berbahaya.
Wilayah Serian, sekitar 60 km tenggara Kuching, menjadi wilayah dengan kondisi terparah. API di area tersebut mencapai 475. Berdasarkan pedoman nasional Malaysia, nomor API di atas 300 dikategorikan berbahaya. Jika indeks menembus 500, pemerintah dapat mempertimbangkan penetapan kondisi darurat lokal.
Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Sarawak selama beberapa hari. Asap nan berasal dari kebakaran di Kalimantan dilaporkan terbawa hingga ke wilayah Malaysia apalagi juga Filipina.
Di sisi lain, cuaca kering nan berjalan cukup lama mulai menekan prasarana penyediaan air di Sarawak. Sejak Januari, lembaga kesejahteraan negara bagian telah menyalurkan lebih dari 450.000 kotak air minum kepada sekitar 225.000 warga. (AFP/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·