Ilustrasi(Dok Istimewa)
MAJELIS Alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) resmi melantik jejeran pengurus periode baru dalam sebuah aktivitas nan berjalan penuh semangat persaudaraan, kebangsaan, dan pengabdian. Momentum pelantikan ini menjadi tonggak krusial bagi konsolidasi alumni IPPNU untuk memperkuat peran wanita dalam pembangunan nasional.
Dalam sambutan pelantikannya di Jakarta,Kamis (11/6), Ketua Majelis Alumni IPPNU, Prof. Dr. Siti Nur Azizah, menegaskan pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperbarui semangat pengabdian, serta menyatukan langkah menghadapi beragam tantangan bangsa.
Menurutnya, alumni IPPNU merupakan bagian dari kekuatan sosial nan lahir dari tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian Nahdlatul Ulama nan mempunyai tanggung jawab besar untuk terus datang memberikan faedah bagi masyarakat.
“Menjadi alumni bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari fase pengabdian nan lebih luas. Alumni IPPNU kudu menjadi bagian dari solusi atas beragam persoalan bangsa,” tegas Prof. Siti Nur Aziza dalam keterangannya hari ini.
Siti Nur Azizah menyoroti beragam tantangan nan tetap dihadapi Indonesia, mulai dari ketimpangan ekonomi, kemiskinan, halangan terhadap pemberdayaan perempuan, hingga ancaman kerusakan lingkungan dan melemahnya solidaritas sosial. Oleh lantaran itu, pembangunan nasional kudu berorientasi pada keadilan, pemerataan kesempatan, kesejahteraan rakyat, dan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai organisasi nan lahir dari rahim Nahdlatul Ulama ( NU) Majelis Alumni IPPNU meyakini bahwa wanita mempunyai posisi strategis sebagai subjek pembangunan, penggerak perubahan, penguat keluarga, pelaku ekonomi rakyat, serta penjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Majelis Alumni IPPNU juga menyampaikan apresiasi kepada Farida Farichah, nan merupakan kader dan alumni terbaik IPPNU nan saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Koperasi RI Kehadirannya dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan kaderisasi IPPNU dalam melahirkan pemimpin wanita nan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Program Strategis
Momentum pelantikan ini sekaligus menjadi arena peluncuran program strategis nasional bertajuk," Gerakan Perempuan Membangun Negeri," Gerakan ini merupakan komitmen Majelis Alumni IPPNU untuk memperkuat peran wanita dalam pembangunan Indonesia melalui lima agenda besar, yaitu,pertama Perempuan Merdeka,kedua Perempuan Mandiri,ketiga Perempuan Visioner, ke-empat Perempuan Hijau dan kelima, Perempuan Peduli.
Siti Nur Azizah juga membujuk seluruh family besar Majelis Alumni IPPNU untuk mengakhiri beragam perbedaan nan pernah terjadi dan konsentrasi pada agenda besar organisasi dalam mengabdi kepada umat, memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun Indonesia.
“Tidak ada lagi golongan ini alias golongan itu. nan ada adalah satu family besar Majelis Alumni IPPNU dengan satu tujuan besar, ialah mengabdi kepada umat, memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun Indonesia,” tukasnya.
Menutup sambutannya, Prof. Siti Nur Azizah menegaskan bahwa Gerakan Perempuan Membangun Negeri merupakan ikhtiar kolektif untuk melahirkan wanita Indonesia nan merdeka dalam berpikir, berdikari dalam berkarya, visioner dalam memandang masa depan, hijau dalam menjaga bumi, dan peduli terhadap sesama.
“Ketika wanita bergerak, family bakal kuat. Ketika family kuat, masyarakat bakal kuat. Ketika masyarakat kuat, bangsa bakal kuat. Dan ketika alumni IPPNU bersatu, tidak ada kekuatan nan bisa menghentikan lahirnya kebaikan bagi negeri ini,” pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·