Kelangkaan BBM subsidi menjadi salah satu keluhan utama nan disampaikan sejumlah mahasiswa saat beraudiensi dengan ketua DPR di tengah tindakan demonstrasi mereka di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6).
Adapun mahasiswa tersebut berasal dari HMI MPO, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, hingga Esa Unggul.
“Pada hari ini ketua DPR dan ketua komisi telah menerima aspirasi dari adik-adik mahasiswa, baik dari HMI MPO, Trisakti, Mercu Buana, Esa Unggul, dan beberapa kampus lain. nan pada intinya mereka menyampaikan aspirasi untuk diteruskan kepada pihak pemerintah, menyampaikan aspirasi kepada DPR dalam perihal tugas pengawasan DPR,” kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Menurut dia, perbincangan berjalan dengan baik dan menjadi awal dari komunikasi nan lebih intensif antara DPR dan kalangan mahasiswa.
“Tadi kami telah melakukan komunikasi, berinteraksi dengan sangat baik, dan lantaran memang kemudian waktu nan membatasi, sehingga kemudian kami bakal ke depan lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman dari adik-adik dari mahasiswa,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menjelaskan rumor BBM menjadi tuntutan utama nan disampaikan mahasiswa dalam audiensi tersebut.
Selain menyoroti kenaikan nilai Pertamax, mahasiswa juga mengeluhkan kelangkaan BBM subsidi nan dinilai berakibat langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Yang mengenai dengan soal tadi tuntutan pertama BBM, terutama kenaikan Pertamax, terus juga mengenai dengan soal BBM bersubsidi nan langka,” kata Saan.
Menurut Saan, Dasco langsung merespons aspirasi tersebut dengan menghubungi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di hadapan para mahasiswa. Komunikasi itu dilakukan untuk menyampaikan langsung temuan mahasiswa mengenai kelangkaan BBM subsidi di sejumlah daerah.
“Tadi Pak Dasco sudah juga komunikasi dengan Menteri ESDM, didengar langsung juga dengan teman-teman dari mahasiswa, dan Menteri ESDM berjanji bakal memenuhi kebutuhan BBM subsidi nan langka hasil temuan dari rekan-rekan mahasiswa itu dalam waktu nan singkat ini,” ujarnya.
Selain membahas persoalan energi, pertemuan itu juga menyinggung sejumlah persoalan nan berangkaian dengan mahasiswa nan berhadapan dengan proses hukum.
Saan mengungkapkan tetap terdapat 16 mahasiswa Universitas Trisakti nan berstatus tersangka namun belum memperoleh kejelasan mengenai proses norma nan mereka hadapi. DPR, kata dia, telah melakukan komunikasi untuk membantu penyelesaian persoalan tersebut.
“Nah, mengenai hal-hal tadi ada dari mahasiswa Trisakti nan tetap ada 16 ya nan statusnya tersangka tapi belum diproses-proses, tadi Pak Habiburokhman, Pak Habiburokhman sudah komunikasi, insyaallah kelak bakal diselesaikan,” kata Saan.
Tidak hanya itu, DPR juga menyoroti nasib dua mahasiswa Universitas Mercu Buana nan sempat ditahan saat hendak mengikuti tindakan demonstrasi ke DPR.
“Termasuk ada dua dari mahasiswa Mercu Buana nan ditahan tadi demo mau berangkat ke DPR, itu pun juga sudah dikomunikasikan, selesai ini mudah-mudahan juga mereka semua dilepas,” ujarnya.
Menurut Saan, seluruh pihak nan datang dalam audiensi tersebut mempunyai komitmen nan sama untuk menjaga situasi nasional tetap kondusif, terutama di tengah beragam tantangan ekonomi nan sedang dihadapi masyarakat.
“Tapi semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional. Karena stabilitas politik dan ekonomi bisa berakibat terhadap banyak faktor, dan ini juga menjadi salah satu tuntutan dari teman-teman mahasiswa,” katanya.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·