Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli buka bunyi mengenai wacana program magang nasional menyasar lulusan SMK/SMA, di mana saat persyaratan menjadi peserta magang nasional kudu merupakan lulusan perguruan tinggi alias fresh graduate.
Yassierli mengatakan wacana program magan nasional untuk SMK/SMA tetap dalam kajian di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan jejeran terkait.
"Wacana program magang nasional buat SMK/SMA tetap dikaji ya," kata Yassierli saat ditemui wartawan di Kemenko Perekonomian, Rabu (21/10/2026).
Adapun wacana tersebut tetap dikaji lantaran tetap tumpeng tindih dengan program vokasi nasional nan menyasar lulusan SMK/SMA dengan sasaran peserta mencapai 300.000.
"Untuk sementara program magang nasional persyaratannya tetap untuk fresh graduate (lulusan sarjana) sebanyak 150.000 orang, sedangkan untuk lulusan SMA dan SMK konsepnya training vokasi," terang Yassierli.
Saat ini, program magang nasional tetap menyasar pada lulusan diploma maupun sarjana dengan lama waktu magang mencapai enam bulan dan diberikan duit saku nan disesuaikan dengan bayaran minimum regional (UMR).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan ke Transmedia untuk mengecek perkembangan program magang nasional, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan ke Transmedia untuk mengecek perkembangan program magang nasional, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Sedangkan untuk program vokasi nasional menyasar lulusan SMK/SMA dengan durasi waktunya bisa mencapai empat bulan, tergantung dari jenis kejuruan. Berbeda dengan magang nasional, vokasi nasional mendapatkan duit saku sekitar Rp 20.000 per hari.
Pemerintah merancang program vokasi nasional secara unik untuk membekali lulusan SMA/SMK dengan keahlian teknis siap pakai, sedangkan magang nasional ditujukan sebagai jembatan fresh graduate perguruan tinggi nan kesulitan menembus syarat pengalaman kerja.
Apalagi, jumlah pengangguran nan condong lebih banyak dialami oleh lulusan sarjana, sehingga perlu dilakukan support agar para lulusan sarjana bisa mendapatkan bekal untuk mencari kerja.
(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·