Kantor Lurah Poasia nan bertempat tinggal di Jalan Garuda, Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, digerebek penduduk pada Jumat (12/6) malam. Mereka memergoki Lurah Poasia Zakir Muhammadong (53) dan Lurah Talia Rachmat Aboe (41) tengah pesta minuman keras.
Selain mereka, penduduk juga mendapati seorang ASN berinisial JI. Bersama mereka, ada dua wanita nan menemani mereka, ialah CE (21) dan AN (18).
Lantas siapa kedua wanita muda itu?
"Untuk kedua wanita ini diduga kuat wanita Open BO alias wanita panggilan," kata Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto kepada kumparan, Minggu (14/6).
Dari kedua wanita ini, salah satu di antaranya tetap tercatat sebagai mahasiswa kesehatan di salah satu kampus di Kota Kendari. Dia mendatangi instansi Lurah Poasia berbareng temannya, lantaran dipanggil untuk menemani minum alkohol dan berasosiasi badan layaknya suami-istri.
"Kedua wanita ini dipesan melalui aplikasi hijau untuk menemani mengkonsumsi minuman keras serta melakukan hubungan dengan tarif Rp 700 ribu per orang," ucapnya.
Tapi sesampainya di instansi lurah, kedua wanita ini malah hanya diberikan Rp 200 ribu. Karena tak terima, sehingga kedua wanita panggilan itu pun protes. Mereka sempat cekcok hingga keributan tak terhindarkan.
Keributan itulah nan mengundang masyarakat sekitar menggerebek instansi lurah. "Jadi lantaran wanita itu ribut sehingga penduduk mendatangi instansi lurah dan mendapati kedua lurah minum alkohol," jelasnya.
Warga sekitar nan geram dan emosi kemudian mencoba menghakimi kedua Lurah dan wanita nan bersamanya itu. Aparat Polsek Abeli segera datang ke letak lampau menenangkan warga.
Saat ini, kelima orang tersebut diamankan di Polsekta Kendari guna proses norma lebih lanjut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·