Lulus dari Harvard, Calon Ratu Belgia Tak Pakai Gelar Kerajaan saat Wisuda

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Putri Elisabeth dari Belgia, Adipati Brabant mengikuti upacara Wisuda ke-175 di Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, pada 28 Mei 2026. Foto: Joseph Prezioso / AFP

Calon Ratu Belgia, Putri Elisabeth telah menyelesaikan studi magisternya di Harvard Kennedy School—jurusan Public Policy dalam kurun waktu dua tahun. Ia pun mengikuti upacara wisuda pada Kamis (28/5).

Pada momen tersebut, pewaris takhta Kerajaan Belgia itu memakai toga unik Harvard University seperti peserta wisuda lainnya. Namun, nan membikin penampilannya berbeda adalah selempang berwarna bendera Belgia: hitam kuning, dan merah nan melingkari lehernya.

Selain itu, perihal lain nan mencuri perhatian adalah keputusan Putri Elisabeth untuk tidak menggunakan gelar kerajaannya saat dipanggil menerima ijazah. Berdasarkan video nan direkam wartawan Wim Dehandschutter, dia dipanggil dengan nama "Elisabeth de Saxe-Cobourg".

Putri Elisabeth dari Belgia, Adipati Brabant mengikuti upacara Wisuda ke-175 di Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, pada 28 Mei 2026. Foto: Joseph Prezioso / AFP

Dikutip dari People, keputusan Putri Elisabeth untuk tidak menggunakan gelar kerajaannya selama menempuh pendidikan serupa dengan nan dilakukan personil family kerajaan lain. Contohnya adalah tiga anak Prince William dan Putri Catherine, ialah Prince George of Wales, Princess Charlotte of Wales, dan Prince Louis of Wales.

Dalam wawancaranya dengan media Belgia, Het Laatste Nieuws—Putri Elisabeth mengaku menikmati masa studinya di Harvard University lantaran tidak semua orang mengenalinya.

“Saya menikmati [momen ketika] tidak dikenali di jalan. Niat saya [di Harvard University] untuk menjadi Elisabeth [bukan seorang pewaris takhta], dan perihal itu bakal berbeda jika saya belajar di Belgia,” ujar Putri Elisabeth.

Usai menyelesaikan studinya, Putri Elisabeth mengungkapkan bahwa dia bakal mengambil waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri. Selain itu, dia juga mau mengembangkan diri melalui beragam aktivitas nan berfaedah selama masa jarak tersebut.

Raja Philippe dan Ratu Mathilde dari Belgia duduk di Harvard Yard untuk upacara Wisuda ke-175 di Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, pada 28 Mei 2026. Foto: Joseph Prezioso / AFP

Pada hari wisuda tersebut, kedua orang tuanya pun turut hadir. Raja Philippe tampil mengenakan setelan jas rapi komplit dengan dasi bermotif, sementara Ratu Mathilde mengenakan busana merah nan cerah.

Putri Elisabeth dan kedua orang tuanya juga mengabadikan momen senang tersebut melalui sesi foto berbareng sehari sebelum wisuda, tepatnya pada Rabu (27/5), dalam aktivitas Upacara Penghargaan Angkatan 2026.

Kelak, saat Putri Elisabeth naik takhta, dia bakal menjadi wanita pertama nan memimpin Kerajaan Belgia. Namun, perihal tersebut membuatnya cukup cemas lantaran tak mempunyai sosok ratu penguasa Belgia sebelumnya nan bisa dijadikan panutan.

“Ini memang jadi nan pertama dalam sejarah. Akan tetapi, Ini berfaedah saya tidak mempunyai contoh ratu Belgia nan berkuasa untuk diteladani. Ini adalah sebuah tantangan,” tutur Putri Elisabeth.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan