Luhut soal Rupiah & IHSG Berdarah-darah: Indonesia Tak Akan Collapse!

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan berbincang soal tekanan nan sedang menghantam ekonomi Indonesia, mulai dari rupiah nan melemah terhadap dolar AS hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan tertekan akibat derasnya aliran modal keluar.

Meski begitu, dia menegaskan esensial ekonomi Indonesia tetap cukup kuat untuk memperkuat dari gejolak global. Kondisi ini terlihat dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Maret 2026 sebesar Rp 240,1 triliun alias setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Terlepas dari tantangan dunia dan volatilitas nilai tukar, esensial ekonomi Indonesia tetap kuat. Saya rasa ini sudah terbukti dan saya rasa kita berterima kasih kepada teman-teman dari tim ekonomi. Defisit fiskal melangkah rendah, saya rasa saat ini sekitar 1%" kata Luhut dalam aktivitas ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Luhut bercerita ketika berada di Singapura beberapa waktu lalu, dirinya sempat menyampaikan pandangan tentang ekonomi Indonesia kepada sejumlah penanammodal besar. Menurutnya, sampai saat ini Indonesia tidak pernah kandas memenuhi tanggung jawab keuangannya.

Oleh lantaran itu, dia turut membujuk para penanammodal untuk berinvestasi di Indonesia. Sebab, meski saat ini ekonomi Indonesia sedang mengalami beragam tekanan, dia percaya ekonomi nasional tidak bakal runtuh.

"Saya mengatakan kepada mereka, jika Anda memandang sejarah, pemerintah Indonesia tidak pernah kandas dalam menjalankan tanggung jawabnya. Bagi saya, ini adalah waktu nan tepat untuk berinvestasi di Indonesia. Karena Indonesia tidak bakal runtuh (collapse). Mungkin butuh waktu untuk pulih, namun saya pikir kita bisa bangkit kembali. Saya cukup percaya bakal perihal itu," tegasnya.

Selain itu, Luhut percaya diri ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal lebih baik, utamanya didorong oleh permintaan domestik nan terus meningkat. Dalam konteks ini, salah satu program nan bakal mendorong pertumbuhan permintaan domestik tersebut adalah makan bergizi cuma-cuma (MBG).

"Pertumbuhan tinggi didorong oleh permintaan domestik nan kuat, nan memang betul adanya. Saya rasa program MBG ini adalah proyek nan sangat bagus. Satu-satunya perihal nan mungkin perlu kita pertimbangan adalah gimana langkah melaksanakannya," ujar Luhut.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance