Jakarta -
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan telah membikin simulasi akibat nilai minyak jika menyentuh US$ 100 per barel. Menurut Luhut, simulasi ini sudah disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto juga disertai rekomendasi.
Luhut mengatakan terus memantau perkembangan nilai minyak mentah bumi di tengah ketidakpastian global. Hal ini mengingat dugaan dasar nilai minyak mentah dipatok US$ 70 dolar per barel dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Kami membikin model simulasi secara jeli jika nilai minyak menyentuh US$ 100 dolar per barel. Kajian ini sudah disampaikan ke Presiden," ujar Luhut, dikutip dari akun IG @luhut.pandjaitan, Kamis (21/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut juga telah memberikan rekomendasi stimulus ekonomi kepada Prabowo. Pasalnya, kenaikan nilai minyak bisa berakibat pada lonjakan nilai peralatan nan turut berpengaruh pada perekonomian Indonesia.
"Jadi kita juga kudu menyiapkan stimulus untuk mempertahankan ekonomi kami. Karena kami memahami akibat nilai minyak pada ekonomi kami, pada barang-barang. Saya pikir mulai bulan ini alias mungkin awal bulan berikutnya. Jadi kita bakal memandang harga," terang Luhut.
Pada saat nan sama, menurut Luhut, kondisi esensial ekonomi Indonesia terpantau cukup baik.
Ekonomi tetap tumbuh sigap di level 5,61% saat inflasi bisa dijaga di 2,4%. Inflasi, menurutnya dapat dijaga dengan baik meskipun ada gejolak nilai minyak.
"Ekonomi kami tetap sangat kuat, dibanding dengan negara lain. Inflasi kami tetap terjaga 2,4%," tambah Luhut.
(rea/hns)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·