Luhut Bilang Skema Bansos Bakal Diubah, Penerima Dicek Pakai Biometrik

Sedang Trending 18 jam yang lalu

Subang, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap rencana perubahan skema support sosial (bansos) pemerintah. Ke depan, pemerintah berencana mengurangi pemberian insentif melalui subsidi produk dan mengalihkannya langsung kepada masyarakat nan berhak.

Luhut mengatakan perubahan skema tersebut dimungkinkan dengan support sistem pendataan masyarakat berbasis teknologi. Pemerintah bakal mendorong masyarakat nan memenuhi kriteria penerima support untuk melakukan registrasi.

"Saya minta juga untuk meregister, mendaftar untuk nan pengen dapat bansos," kata Luhut saat peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Pemerintah ke depan tidak lagi hanya memberikan insentif melalui produk tertentu. Bantuan bakal diarahkan langsung kepada perseorangan nan memenuhi kriteria.

"Karena bansos itu kelak kita mungkin tidak berikan lagi kepada insentif kepada produk, kita bakal berikan insentif kepada orang langsung," ujarnya.

Skema tersebut nantinya dapat menjangkau puluhan juta hingga ratusan juta masyarakat nan memenuhi kualifikasi untuk menerima support dalam corak cash transfer.

"Jadi kelak sekian puluh juta alias ratusan juta masyarakat kita nan qualified untuk menerima tadi cash transfer, itu bakal saya kira bisa kita lakukan pada awal tahun depan," kata Luhut.

Pemerintah berencana melakukan uji coba skema tersebut pada awal tahun depan. Luhut juga mengaitkan rencana tersebut dengan pengembangan Government Technology berbasis kepintaran buatan (AI). Digitalisasi pemerintahan dapat membikin proses pendataan masyarakat menjadi lebih transparan dan mengurangi potensi kebocoran maupun korupsi.

Penggunaan teknologi seperti face recognition dan biometrik bakal membantu pemerintah dalam melakukan pendataan penduduk.

"Karena pertemuan orang-orang bakal sangat berkurang lantaran semua dengan face recognition, dengan biometrik, itu sudah semua bisa didapat," ujarnya.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News