Tangguh Yudha
, Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |13:35 WIB

Luas KEK RI Baru 24 Ribu Hektare, Kalah Jauh dari Vietnam dan Malaysia (Foto: Menko Airlangga/Okezone)
JAKARTA - Luas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia tetap jauh lebih mini dibandingkan Vietnam dan Malaysia. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan, luas KEK di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 24 ribu hektare (ha). Sementara itu, Vietnam dan Malaysia mempunyai KEK seluas 1,8 juta hingga 2 juta ha.
Menurut Airlangga, kondisi ini menunjukkan tetap besarnya ruang bagi Indonesia untuk memperluas pengembangan KEK guna menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kita tahu beberapa negara seperti Vietnam dan Malaysia mengandalkan KEK, mereka luasnya 1,8 sampai 2 juta (ha), sementara di Indonesia tetap sekitar 24.000 (ha). Jadi tetap punya ruang nan cukup luas untuk pengembangan area ekonomi khusus," kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026, Rabu (21/10/2026).
Airlangga menjelaskan, Indonesia saat ini mempunyai 25 KEK dengan realisasi investasi kumulatif mencapai Rp382,1 triliun. Investasi tersebut telah menyerap sebanyak 302 ribu tenaga kerja.
Dia menegaskan bahwa pemerintah bakal terus mendorong pengembangan KEK untuk meningkatkan investasi, memperluas pembuatan lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain memperluas kawasan, pemerintah juga mendorong peningkatan efisiensi investasi melalui KEK. Airlangga menjelaskan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR) alias rasio kebutuhan investasi untuk menghasilkan tambahan output ekonomi di KEK tercatat sebesar 2,3, lebih rendah dibandingkan ICOR nasional nan mencapai 6,1.
Rendahnya ICOR tersebut disebutnya menunjukkan bahwa investasi di KEK relatif lebih efisien dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
"Jadi jika kita mau meningkatkan ICOR salah satunya adalah efisiensi baik di area ekonomi unik maupun di area industri, lantaran ini bakal mendorong percepatan pertumbuhan," jelasnya.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·