Luas Karhutla Riau Tembus 18.582 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Terparah

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Luas Karhutla Riau Tembus 18.582 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Terparah (MI/Rudi)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Riau mencatat akumulasi luas kebakaran rimba dan lahan (karhutla) menembus nomor 18.582,90 hektare (ha). Sebaran kebakaran ini mencakup 12 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Riau.

Kepala BPBDPK Riau, M Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa berasas info sejak 1 Januari 2026, total titik panas (hotspot) mencapai 12.677 titik. Dari jumlah tersebut, terdeteksi sebanyak 618 titik api (fire spot). Sementara itu, untuk skala regional Sumatra, total hotspot tercatat mencapai 45.775 titik.

"Untuk luasan di Kabupaten Bengkalis ialah 8.454,40 ha, Pelalawan 6.640,99 ha, Indragiri Hilir 1.034,02 ha, Indragiri Hulu 605,02 ha, Dumai 556,01 ha, Rokan Hilir 452,53 ha, Siak 373,06 ha, Meranti 217,45 ha, Kampar 141,66 ha, Pekanbaru 103,33 ha, Kuantan Singingi 69,87 ha, dan Rokan Hulu 33,96 ha," papar Edy, Kamis (3/9).

Sisa Titik Api di Tiga Wilayah

Meskipun total luasan lahan terbakar cukup besar, Edy menyebut bahwa saat ini titik karhutla nan tetap terpantau aktif hanya tersisa di tiga daerah, ialah Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Skala kebakaran di letak tersebut dilaporkan tidak terlalu besar dan sedang dalam penanganan intensif.

BPBDPK Riau menekankan bahwa meskipun kondisi mulai membaik, proses pendinginan (cooling down) tetap menjadi prioritas utama, terutama pada lahan gambut. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada bara api nan tersisa di bawah permukaan tanah nan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Selain pemadaman darat, pemerintah wilayah juga terus mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) alias hujan buatan untuk membasahi lahan nan rawan terbakar.

"Jadi kita tetap waspada lantaran upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api betul-betul padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali. Begitu juga OMC tetap kami lakukan setiap hari," pungkas Edy. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia