Seorang laki-laki ditemukan tewas di dalam gardu listrik nan berada di bawah Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/9). Pria tanpa identitas tersebut diduga membobol gardu listrik bertegangan tinggi itu untuk mencuri kabel.
Manager Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan, gardu listrik tersebut merupakan aset milik PLN nan lokasinya berada di bawah stasiun.
“Gardu tersebut milik PLN nan berada di bawah stasiun LRT Jabodebek,” kata Radhitya saat dihubungi kumparan, Rabu (2/9).
Meski ada dugaan upaya pencurian, Radhitya memastikan kejadian tersebut tidak berakibat terhadap operasional.
“Kejadian tersebut tidak berakibat terhadap operasional LRT Jabodebek,” ujarnya.
Pernah Ada Aksi Pencurian Sebelumnya
Radhitya juga menyebut pihaknya sebelumnya pernah menangkap terduga pelaku lainnya nan melancarkan tindakan serupa.
“Jika betul upaya pencurian, pernah menangkap terduga pelaku pencurian aset KAI dan diserahkan ke kepolisian,” katanya.
Seorang laki-laki ditemukan tewas di dalam gardu listrik di samping Stasiun LRT Pancoran pada Selasa (1/9) malam. Polisi menduga laki-laki tersebut hendak mencuri kabel.
Kapolsek Pancoran Kompol Suminto mengatakan korban nan identitasnya belum diketahui alias disebut Mr. X masuk ke gardu dari bagian bawah dengan membawa kantong plastik, gergaji besi, dan topi.
Korban kemudian naik ke lantai dua gardu tersebut dan diduga tersengat listrik bertegangan tinggi.
“Korban masuk dari bawah dengan membawa kantong plastik dengan gergaji beserta topi. Kemudian naik ke atas lantai dua di gardu tersebut. Diduga tersengat listrik tegangan tinggi,” kata Suminto saat ditemui di lokasi.
Polisi menerima laporan penemuan mayit tersebut sekitar pukul 17.50 WIB. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah peralatan nan diduga berangkaian dengan rencana pencurian.
Barang bukti nan ditemukan antara lain gergaji besi, kantong plastik, dan topi. Polisi menduga kabel menjadi sasaran pencurian.
“Ya, diduga Mr. X mau mengambil kabel di gardu listrik tersebut,” ujar Suminto.
Saat proses pemindahan jenazah, aliran listrik di gardu tersebut sempat dimatikan. Namun, menurut Suminto, perihal itu tidak mengganggu operasional LRT.
“Dimatikan sementara (aliran listrik) untuk evakuasi,” katanya.
“Tidak mengganggu (operasional), tidak,” sambungnya.
Suminto mengatakan korban dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
“Sementara korban mau diautopsi di Rumah Sakit Kramat Jati,” tutupnya.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·