Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.(BNPB)
PEMERINTAH memastikan persediaan logistik bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi mencukupi. Fokus utama penanganan sekarang bergeser dari pengiriman support antarpulau menjadi penembusan jalur terakhir (last mile) menuju penduduk nan mengungsi secara berdikari di desa-desa terpencil.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa support telah menumpuk di titik-titik pengedaran utama. Namun, tantangan geografis dan sebaran letak pengungsian menuntut penggunaan armada mini dengan mobilitas tinggi.
"Jadi sekarang tidak ada masalah pengedaran (dari pusat). Kendalanya memang lantaran gempanya banyak, 143 kali nan terasa, sehingga masyarakat Flores tetap takut," ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi, Rabu (26/8).
Data Distribusi Logistik Utama
Pemerintah mengoperasikan tiga hub logistik utama di Halim Perdanakusuma (Jakarta), Labuan Bajo, dan Maumere. Berikut adalah rincian volume support nan dikelola:
| Halim Perdanakusuma | 2.032 | 1.539 | Nasional ke NTT |
| Labuan Bajo | 2.069* | 1.035 | Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo |
| Maumere | 448 | 332,9 | Sikka, Ende, Ngada |
*Termasuk support langsung dan kiriman dari Halim.
Strategi Penembusan Jalur Darat
Berbeda dengan penanganan tsunami Aceh nan sangat berjuntai pada jalur udara, akses jalan di NTT saat ini dilaporkan tetap dapat dilalui kendaraan darat. Oleh lantaran itu, BNPB mengerahkan 90 truk (50 dari Labuan Bajo dan 40 dari Maumere) serta 200 sepeda motor untuk menjangkau jalan-jalan sempit di pedesaan.
Mobilisasi support juga diperkuat oleh personel TNI, termasuk batalion support tempur nan melakukan pengedaran dengan melangkah kaki ke titik terjauh. Secara total, terdapat 23 pesawat, 17 helikopter, dan 12 kapal nan disiagakan untuk mendukung pergerakan logistik dan personel.
Pemulihan Infrastruktur dan Layanan Kesehatan
Di sektor kesehatan, pemerintah menghadapi tantangan psikologis di mana 19 puskesmas belum beraksi penuh lantaran kekhawatiran bakal gempa susulan. Sebagai solusi, 122 tenda pelayanan didirikan di luar bangunan. Selain itu, dua kapal rumah sakit (KRI dr. Soeharso dan RS Kapal Kesatria Airlangga) serta dua rumah sakit lapangan di Nagekeo dan Ruteng telah beroperasi.
Status Pemulihan Infrastruktur:
- Listrik: 100% pulih (Kecuali Pulau Palue: 84,59%).
- Telekomunikasi: 100% pulih.
- BBM: Pasokan kembali normal.
Suharyanto menegaskan bahwa tantangan saat ini bukan lagi kesiapan barang, melainkan kecepatan pengedaran dari tingkat kecamatan menuju desa-desa. "Logistiknya banyak, tidak ada kesulitan dari Jakarta ke NTT. nan kami butuhkan adalah waktu untuk sampai ke orangnya, baik naik motor maupun jalan kaki," pungkasnya. (Mir/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·