
LNG Bisa Topang Ketahanan Sistem Kelistrikan di RI (Foto: Dokumentasi PLN EPI)
JAKARTA - Ketidakpastian geopolitik bumi menegaskan pentingnya ketahanan daya (energy security) selain energy sustainability dan affordability. Liquefied Natural Gas (LNG) nan berasal dari dalam negeri dan daya fosil paling bersih bakal berkedudukan krusial untuk mendukung ketahanan daya dan daya transisi terutama untuk kelistrikan nasional.
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) sekaligus Pelaksana Harian Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Rakhmad Dewanto mengatakan, pertumbuhan kebutuhan gas didorong oleh meningkatnya konsumsi listrik akibat ekspansi sektor industri, elektrifikasi transportasi, berkembangnya area ekonomi baru, serta meningkatnya kebutuhan pusat info (data center) nan dalam lima tahun mendatang diperkirakan memerlukan tambahan listrik sekitar 15 gigawatt.
"Permintaan listrik Indonesia bakal terus meningkat. Karena itu kita memerlukan pasokan daya nan aman, andal, dan fleksibel. Dalam konteks tersebut, gas tidak hanya berkedudukan sebagai daya transisi, tetapi juga menjadi bagian krusial dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional," ujar Rakhmad dalam keterangannya, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurut Rakhmad, kebutuhan daya primer nasional diproyeksikan meningkat sekitar 2 persen per tahun, sedangkan permintaan listrik tumbuh lebih tinggi, ialah 4,6–5,4 persen per tahun. Kondisi tersebut menuntut kesiapan pasokan gas dan LNG nan semakin andal untuk menjaga elastisitas sistem tenaga listrik di tengah sekaligus mendukung peningkatan pemanfaatan daya baru terbarukan.
Dalam RUPTL 2025-2034, produksi listrik nasional diproyeksikan meningkat dari 304,4 TWh menjadi 584,3 TWh. Pada saat nan sama, porsi pembangkit berbasis batu bara menurun menjadi sekitar 47 persen, sementara kontribusi daya baru terbarukan meningkat hingga 33 persen. Dalam kondisi tersebut, LNG tetap menjadi daya penyeimbang (balancing fuel) nan bisa menjaga keandalan sistem ketika pembangkit berbasis surya maupun angin mengalami fluktuasi.
PLN memproyeksikan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional bakal tumbuh rata-rata sekitar 4,5 persen per tahun, dari 1.748 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) pada 2026 menjadi nyaris 2.490 BBTUD pada 2034.
Seiring pertumbuhan tersebut, porsi LNG dalam pasokan gas PLN diperkirakan meningkat dari 57 persen menjadi 67 persen, mempertegas peran LNG sebagai tulang punggung keandalan sistem kelistrikan sekaligus penopang transisi daya nasional.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·