Literasi Keuangan Pelajar Rendah, Edukasi Finansial Dinilai Kian Mendesak

Sedang Trending 16 jam yang lalu
Literasi Keuangan Pelajar Rendah, Edukasi Finansial Dinilai Kian Mendesak Pelajar diberikan edukasi Melek Literasi dan Aksi Finansial Bersama.(PJI)

Rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar menjadi perhatian beragam pihak lantaran dinilai berpengaruh terhadap keahlian generasi muda dalam mengelola finansial di masa depan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi finansial pelajar Indonesia baru mencapai 61,76%, tetap berada di bawah rata-rata nasional nan sebesar 66,46%. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan edukasi finansial sejak usia sekolah.

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman tersebut, PT Bank Maybank Indonesia Tbk bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) melaksanakan program edukasi Melek Literasi dan Aksi Finansial Bersama (Melaib) untuk 2.000 siswa dari 40 sekolah di Kabupaten Gianyar, Bali. Program ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Jejak Hijau Maybank Marathon 2026 nan mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan.

Pemilihan Kabupaten Gianyar sebagai letak penyelenggaraan sejalan dengan penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 di wilayah tersebut. Melalui program ini, penyelenggara mau memperluas faedah arena olahraga dengan meningkatkan kapabilitas generasi muda dalam memahami pengelolaan keuangan.

Pelaksanaan Melaib mencakup training bagi guru, penyediaan modul pembelajaran interaktif, hingga penerapan materi di sekolah nan berjalan sampai Agustus 2026. Program tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan finansial nan sehat sejak awal sekaligus memperkuat peran pembimbing sebagai pemasok edukasi literasi finansial di lingkungan sekolah.

Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, mengatakan literasi finansial mempunyai kesamaan nilai dengan olahraga maraton lantaran sama-sama menekankan pentingnya perencanaan, disiplin, dan konsistensi dalam mencapai tujuan jangka panjang.

"Materi nan diberikan melalui Melaib juga disusun sesuai usia peserta didik agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan menghadirkan jasa finansial nan lebih mudah dipahami masyarakat," ujar Maria.

Program ini juga bertepatan dengan penyelenggaraan Bulan Literasi Keuangan 2026 nan diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsah, menilai penguatan literasi finansial menjadi semakin krusial di tengah meningkatnya penggunaan jasa finansial digital oleh generasi muda. Ia mengapresiasi kerjasama nan dilakukan beragam pihak dalam memperluas edukasi keuangan di sekolah.

Apresiasi juga disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Mawa. Menurutnya, literasi finansial merupakan keahlian hidup nan perlu dibangun sejak dini. Melalui pendekatan pembelajaran nan interaktif dan kontekstual, siswa tidak hanya memahami konsep pengelolaan keuangan, tetapi juga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, siswa bakal mempelajari beragam materi, mulai dari langkah memperoleh dan mengelola uang, pentingnya menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga menyusun anggaran sederhana. Program ini juga mengenalkan tantangan pengelolaan finansial di era digital, seperti perilaku konsumtif, shopping impulsif, serta pentingnya mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menilai kerjasama lintas sektor menjadi aspek krusial dalam menghadirkan pendidikan nan relevan bagi generasi muda. 

"Program ini diharapkan dapat membentuk pola pikir dan kebiasaan finansial nan bakal menjadi bekal peserta didik dalam mengambil keputusan finansial sepanjang hidup," tutur Utami.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia