Literasi Keuangan Krusial di Tengah Meningkatnya Minat Investasi Digital

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Literasi Keuangan Krusial di Tengah Meningkatnya Minat Investasi Digital Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya(Antara)

Perkembangan teknologi digital telah mengubah langkah masyarakat mengakses layanan keuangan dan investasi. Berbagai instrumen investasi sekarang semakin mudah dijangkau melalui platform digital, sehingga membuka kesempatan nan lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan aset dan mengelola keuangan.

Namun, di kembali meningkatnya akses tersebut, literasi finansial tetap menjadi aspek krusial agar masyarakat bisa memahami risiko, mengenali produk investasi nan legal, serta membikin keputusan investasi nan sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.

Dalam konteks tersebut, industri perdagangan berjangka komoditi dinilai mempunyai peran nan semakin strategis, tidak hanya sebagai sarana investasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan finansial dan investasi nan bertanggung jawab.

Momentum tersebut tercermin dalam peringatan hari jadi ke-27 PT Didi Max Berjangka. Perusahaan perdagangan berjangka komoditi tersebut memperoleh apresiasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) atas kontribusinya dalam mendukung perkembangan industri perdagangan berjangka nan sehat dan berkepanjangan di Indonesia.

Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menyampaikan penghargaan atas perjalanan panjang perusahaan nan dinilai konsisten berkontribusi terhadap pertumbuhan industri selama nyaris tiga dekade.

“Atas nama family besar Bappebti, kami mengucapkan Dirgahayu PT Didi Max Berjangka ke-27. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi nyata selama 27 tahun dalam mendukung pengembangan industri berjangka komoditi di Indonesia,” ujar Tirta di Jakarta, Rabu (3/6).

Menurut Tirta, perkembangan industri perdagangan berjangka menunjukkan bahwa sektor tersebut sekarang tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi semata, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan peningkatan literasi finansial masyarakat.

Komisaris Utama Didimax, Yadi Supriyadi, mengatakan selama 27 tahun beraksi perusahaan terus memperkuat kualitas jasa sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai perdagangan berjangka nan legal dan berada di bawah pengawasan regulator.

Ia menilai keberlangsungan perusahaan hingga saat ini tidak terlepas dari kepercayaan nasabah, support regulator, serta komitmen untuk menjaga profesionalisme di tengah perkembangan industri finansial nan terus berubah.

“Peringatan 27 tahun kami jadi momentum refleksi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkembang. Apresiasi oleh Bappebti merupakan kehormatan sekaligus dorongan bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan berkontribusi positif bagi kemajuan industri perdagangan berjangka komoditi nasional,” ujar Yadi.

Menurutnya, edukasi merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun industri perdagangan berjangka nan sehat. Karena itu, perusahaan secara rutin menyelenggarakan beragam program pelatihan, seminar, webinar, dan aktivitas literasi finansial untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi nan kondusif dan sesuai regulasi.

Upaya tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital serta kebutuhan perlindungan konsumen dari beragam praktik investasi terlarangan nan tetap marak terjadi.

Memasuki usia ke-27 tahun, perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan pemanfaatan teknologi, serta mendukung terciptanya ekosistem perdagangan berjangka nan modern dan terpercaya.

“Perjalanan panjang kami jadi gambaran gimana industri perdagangan berjangka komoditi terus beralih bentuk mengikuti perubahan ekonomi dan teknologi. Dengan support regulator dan meningkatnya kesadaran masyarakat atas literasi finansial, sektor ini dipandang mempunyai kesempatan besar untuk semakin berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Yadi.

Ke depan, kerjasama antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat dinilai bakal menjadi aspek krusial dalam menciptakan industri perdagangan berjangka nan lebih kompetitif, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital nan terus berlangsung. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia