Lintasarta Rilis Bandwidth on Demand, Bank Bisa Atur Kapasitas Internet Sendiri

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Lintasarta memperkenalkan Banadwidth on Demand (BWoD), solusi baru nan memungkinkan bank menyesuaikan kapabilitas bandwidth internet secara elastis dan mandiri. Foto: Dok. Lintasarta

Lintasarta mengumumkan jasa Bandwidth on Demand (BWoD) nan memungkinkan bank meningkatkan alias menurunkan kapabilitas hubungan sesuai kebutuhan operasional. Setelah pengaturan awal, pengguna dapat mengubah bandwidth secara berdikari melalui aplikasi ULTIMA, tanpa pemesanan manual alias instalasi baru.

Layanan ini diperkenalkan dalam Lintasarta Executive Dialogue berbareng Infobank di Jakarta, 10 September 2026. Forum tersebut mempertemukan perwakilan industri perbankan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas kebutuhan prasarana digital perbankan.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan kebutuhan hubungan bank dapat meningkat pada waktu tertentu, seperti saat pemrosesan gaji, penutupan kitab akhir bulan dan akhir tahun, alias peluncuran aplikasi. Kebutuhan juga bisa berubah mendadak ketika bank menjalankan pemulihan bencana.

"Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi kudu bisa beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur," ujar Armand dalam pernyataan resmi.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan. Foto: Dok. Lintasarta

BWoD menawarkan kapabilitas internet hingga 1 Gbps di wilayah dengan kesiapan teknis. Pelanggan dapat menyesuaikan kapabilitas berasas jasa nan mereka gunakan, termasuk support hingga 1.000 Mbps pada tier tertentu.

"Kami mau memberikan agility kepada bank untuk mengelola kapabilitas connectivity sesuai kebutuhan operasionalnya," kata Armand.

Lintasarta menyebut BWoD sebagai bagian dari pengembangan Intelligent Core, nan menghubungkan aplikasi ULTIMA dengan sistem pengelolaan jaringan untuk mempercepat perubahan kapasitas. Pada tahap awal, jasa ini tersedia di 84 kota di Pulau Jawa sepanjang 2026. Lintasarta berencana memperluas cakupannya secara berjenjang ke wilayah lain di Indonesia.

Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2026, Sophia Isabella Wattimena, menilai transformasi digital perbankan perlu melangkah seiring dengan penguatan prasarana teknologi. Menurutnya, keandalan, keamanan, dan manajemen akibat menjadi bagian krusial dari keahlian prasarana dalam mendukung kebutuhan industri.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan