Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa Indonesia telah melewati masa susah ihwal stok Liquefied Petroleum Gas (LPG). Saat ini persediaan LPG RI sudah berada di atas level 10 hari.
Menteri Bahlil meyakini, bahwa impor LPG dari beberapa negara sejenak lagi bakal masuk ke Indonesia. "Masa susah kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4 (4 April 2026). Alhamdulillah sekarang persediaan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari, sejenak lagi kapal kita masuk," terang Bahlil di Istana Negara, Rabu malam (8/4/2026).
Sebagaimana disampaikan Bahlil sebelumnya, bahwa pemerintah Indonesia sudah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke beberapa negara. Seperti misalnya Amerika Serikat (AS) dan juga Australia.
Dalam catatan sebelumnya, hingga saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dari total tersebut, sekitar 70-75% dipasok dari Amerika Serikat, 20% dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·