Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 17.693 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (28/8). Meski begitu, penguatan ini dinilai belum mencerminkan perbaikan esensial ekonomi Indonesia secara penuh.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai esensial eksternal rupiah tetap relatif rapuh. Hal ini dipicu lonjakan defisit transaksi melangkah kuartal II 2026 menjadi 3,34 persen PDB seiring penurunan surplus perdagangan dan membengkaknya defisit jasa.
“Jadi, persediaan devisa memang tetap cukup besar, tetapi alas bersihnya menghadapi tekanan nan lebih besar dibandingkan awal tahun,” kata Josua kepada kumparan, Minggu (30/8).
Selain itu, penguatan rupiah sepanjang 2026 tetap sangat berjuntai pada arus modal asing berjangka pendek di instrumen SRBI nan mencapai 9,86 miliar dolar AS. Sementara pasar saham justru mencatat arus keluar sekitar 4,07 miliar dolar AS.
Josua menambahkan, pendorong utama rupiah saat ini lebih didominasi oleh aspek sentimen global, terutama pelemahan indeks dolar AS dan langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui BI-Rate di level 5,75 persen.
“Karena itu, saya belum memandang Rp 17.600–Rp 17.700 sebagai level nan pasti dapat dipertahankan tanpa support lanjutan dari pelemahan dolar global. Untuk saat ini, saya membaca Rp 17.693 sebagai penguatan nan sehat tetapi tetap lebih banyak mencerminkan membaiknya kondisi pasar dan arus modal daripada perubahan esensial eksternal Indonesia secara penuh,” jelasnya.
Pandangan senada disampaikan Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet. Ia menekankan bahwa pelebaran defisit transaksi melangkah dan terbatasnya pasokan devisa dari perdagangan membikin posisi rupiah tetap rentan berbalik tertekan jika sentimen dunia berubah.
“Penguatan rupiah saat ini lebih tepat dibaca sebagai tekanan nan sedang mereda, bukan tekanan nan sudah selesai. Perbaikan esensial baru bakal lebih meyakinkan jika defisit transaksi melangkah mulai menyempit, persediaan devisa meningkat secara konsisten, dan arus modal jangka panjang semakin kuat,” tegas Yusuf.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·