Direktur Utama Ganesha Operation Prof Bob Foster berbareng sejumlah pihak, saat menerima penghargaan sebagai mitra strategis FPLKP dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti(ISTIMEWA)
LEMBAGA pengarahan belajar Ganesha Operation (GO) nan berbasis di Bandung, Jawa Barat, menerima penghargaan sebagai mitra strategis Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) dalam arena Gebyar Kursus 2026. Penghargaan ini diberikan di depan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti nan turut datang dalam aktivitas tersebut.
Penghargaan diserahkan kepada Direktur Utama Ganesha Operation Prof Bob Foster sebagai corak pengakuan atas kiprah Ganesha Operation. Lembaga ini sudah lebih dari 42 tahun bergerak di bagian pendidikan nonformal, mendampingi siswa mempersiapkan ujian sekolah hingga seleksi masuk perguruan tinggi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan keberadaan lembaga kursus dan training mempunyai peran krusial dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Ini menunjukkan gimana peran lembaga pendidikan nonformal, khususnya kursus, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, juga memberikan pendidikan dan keahlian bagi anak-anak Indonesia untuk dapat memperoleh pekerjaan di sektor-sektor ahli baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.
Ia menambahkan pendidikan umum dan nonformal sama-sama krusial untuk membekali generasi muda dengan kecakapan hidup.
Gebyar Kursus 2026 turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin serta personil Komisi X DPR RI Agung Widyantoro.
JEMBATAN STRATEGIS
Prof Bob Foster mengatakan tantangan bumi kerja ke depan bakal semakin berat, sehingga generasi muda tidak cukup hanya disiapkan lewat pendidikan formal.
“Mereka masuk ke bumi kerja bukan sekadar bermodal ijazah, tapi juga kudu punya skill nan sesuai kebutuhan. Lembaga nonformal ini jadi jembatan strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan bumi kerja nan terus berubah cepat,” katanya.
Ia menjelaskan pendidikan nonformal dapat mengambil peran dalam mengembangkan keahlian sekaligus meningkatkan kesiapan generasi muda menghadapi otomatisasi dan perubahan teknologi. Sementara -pendidikan umum tetap mempunyai posisi krusial dalam memperkuat keahlian akademik.
Bob menilai kedua jalur pendidikan tersebut semestinya tidak dipertentangkan, melainkan dikembangkan secara beriringan.
“Yang jelas dibutuhkan kerjasama untuk membangun ekosistem pendidikan ini bersama, baik lembaga formal, nonformal, pemerintah, maupun bumi usaha. Generasi muda kudu siap secara akademik sekaligus vokasional,” ujarnya.
Kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan bumi usaha, tambah dia, dapat menciptakan ekosistem nan lebih kuat agar lulusan mempunyai keahlian nan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kalau Ganesha Operation, FPLKP, dan pemerintah terus berdampingan seperti ini, saya optimistis Indonesia bisa lebih maju ke depan,” katanya.
Gebyar Kursus 2026 berjalan dua hari, 29-30 Agustus 2026 mengangkat tema Connecting Skills, Creating Futures. Acara juga diisi dengan jalan santuy nan diikuti oleh 1.000 peserta, Business Matching, Edu Fair untuk sinkronisasi Rekognisi Pembelajaran Lampau dengan perguruan tinggi, pelepasan alumni lembaga kursus dan training ke pasar kerja luar negeri, serta Lomba Lembaga Kursus.
Prof Bob Foster menambahkan dibutuhkan kerjasama untuk membangun ekosistem pendidikan ini bersama, baik lembaga formal, nonformal, pemerintah, maupun bumi usaha. Generasi muda kudu siap secara akademik sekaligus vokasional.
"Kalau Ganesha Operation, FPLKP, dan pemerintah terus berdampingan seperti ini, saya optimistis Indonesia bisa lebih maju ke depan,” ucapnya.
Bagi Ganesha Operation, lanjut dia, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pendampingan terhadap generasi muda tetap panjang.
"Ganesha Operation berambisi dapat lebih banyak dilibatkan dalam program nan mempertemukan siswa dengan kebutuhan bumi kerja, sejalan dengan tema Connecting Skills, Creating Futures nan diusung Gebyar Kursus 2026," pungkas Bob.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·