Lestari Moerdijat Minta Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Rerie) menilai ancaman di ruang digital terhadap anak tidak cukup diatasi hanya dengan regulasi. Menurutnya, seluruh pihak kudu bergerak berbareng menciptakan ruang digital nan kondusif bagi generasi penerus bangsa.

"Percepatan penetrasi internet di ruang digital kudu segera diimbangi dengan langkah perlindungan nan nyata. Literasi digital kudu menjadi kebutuhan utama dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat, agar bisa bergerak berbareng membangun ekosistem digital nan aman," ujar Rerie dalam keterangannya, Jumat (22/5).

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat, sembilan dari 10 anak usia 5 tahun ke atas di Indonesia telah aktif menggunakan internet.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital mencatat, kasus pornografi anak meningkat nyaris 48% dalam empat tahun, ialah dari 986.648 kasus pada 2020 menjadi 1.450.403 kasus pada 2024.

Rerie beranggapan bahwa sebagai bagian dari proses pendidikan, anak-anak perlu dilindungi dari paparan konten negatif, disinformasi, kekerasan digital, hingga praktik pemanfaatan di ruang maya nan berpotensi merusak proses pembentukan karakter mereka.

Rerie menilai kesiapan orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melangkah efektif. Anggota Komisi X DPR RI itu mengakui pemerintah telah mengambil langkah konkret menyikapi kondisi tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti mengumumkan bahwa 55 ribu pembimbing di seluruh Indonesia di semua jenjang telah mendapatkan training coding dan kepintaran artifisial (AI). Selain itu, pemerintah juga melibatkan 38% satuan pendidikan dalam program training tersebut.

Namun, 55 ribu pembimbing nan telah dilatih tetap jauh dari total 3,47 juta pembimbing nan ada di Indonesia. Apalagi Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menegaskan bahwa pembimbing dituntut untuk menjadi pahlawan literasi digital.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengingatkan bahwa keberhasilan penerapan kebijakan menciptakan ruang digital nan kondusif dan nyaman bagi anak sangat berjuntai pada support semua pihak.

"Melindungi anak di ruang digital, pada hakikatnya adalah menjaga masa depan bangsa. Kebijakan ini kudu menjadi bagian dari aktivitas bersama, untuk memastikan proses pendidikan dan tumbuh kembang generasi penerus melangkah secara sehat, aman, dan bermartabat," tutup Rerie.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News