Legislator PAN Puji Kemlu Pulangkan 9 WNI Relawan Flotilla dari Israel

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta - Anggota Komisi I DPR Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia mengapresiasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) atas langkah sigap memulangkan 9 WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) nan ditahan Israel. Menurutnya, keberhasilan memulangkan 9 WNI sebagai kerja diplomasi nan konsisten dan berorientasi pada perlindungan WNI.

"Saya mengapresiasi langkah sigap pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri dan seluruh jejeran perwakilan RI nan bergerak intensif melalui jalur diplomatik dan kekonsuleran sehingga sembilan WNI dalam misi kemanusiaan tersebut dapat keluar dari wilayah Israel dengan aman," ujar Farah kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Farah menilai dinamika geopolitik dunia saat ini semakin kompleks. Dengan peristiwa penahanan tersebut, dia mendorong sistem perlindungan terhadap WNI lebih adaptif, sigap dan terkoordinasi lintas sektor.

Menurutnya, bentrok di Timur Tengah tidak hanya menghadirkan resiko keamanan konvensional, tetapi juga tantangan kemanusiaan, perlindungan pekerja pers, relawan sipil, serta keselamatan penduduk negara nan berada di wilayah berisiko tinggi.

"Dalam situasi bentrok sebesar apa pun, keselamatan penduduk sipil, pekerja kemanusiaan, dan wartawan kudu tetap dihormati sebagai bagian dari prinsip kemanusiaan universal dan norma internasional," tegas Farah.

Farah juga meletakkan perhatian sejumlah WNI ditahan merupakan wartawan nan menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan internasional. Dia menilai perlindungan terhadap insan pers di wilayah bentrok kudu menjadi perhatian berbareng organisasi internasional.

"Di tengah derasnya perang info global, kewartawanan nan independen dan kondusif justru semakin penting. Dunia memerlukan kebenaran nan utuh, bukan hanya narasi nan saling menyalahkan," katanya.

Legislator nan membidangi luar negeri, pertahanan, komunikasi, dan keamanan, Farah memandang Indonesia perlu terus memperkuat diplomasi kemanusiaan nan aktif, namun tetap berdasarkan prinsip norma internasional. Serta penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan perlindungan maksimal terhadap WNI di luar negeri.

Farah menilai pengalaman ini menjadi pelajaran krusial bagi penguatan sistem mitigasi akibat WNI di area konflik, termasuk peningkatan koordinasi lintas kementerian, jalur komunikasi darurat, pemetaan area berisiko, serta penguatan protokol perlindungan bagi relawan dan wartawan Indonesia di wilayah perang.

"Indonesia kudu tetap menjadi bunyi moral nan kuat dalam rumor kemanusiaan global. Tetapi pada saat nan sama, negara juga kudu datang secara nyata untuk memastikan keselamatan setiap penduduk negaranya di mana pun mereka berada," ujarnya.

Sebelumnya total WNI nan ditahan tentara Israel sebanyak 9 orang. Berikut daftar 9 WNI nan diculik tentara Israel berasas laporan GPCI:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. ⁠Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
7. ⁠Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
8. ⁠Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk (dek/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News