Legacy Puluhan Tahun Jadi Modal

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Legacy Puluhan Tahun Jadi Modal Perusahaan sekarang mengubah strategi dengan membangun kedekatan emosional melalui kekuatan legacy.(Dok. MI)

PERSAINGAN upaya sekarang tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk. Di tengah kejuaraan nan semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen, sejumlah perusahaan mulai menggeser strategi komunikasinya dari sekadar menonjolkan kegunaan produk menjadi membangun ikatan emosional dengan masyarakat.

Strategi itu nan sekarang ditempuh Rucika. Produsen perpipaan tersebut memperkenalkan arah branding baru dalam arena IndoBuildTech 2026 nan digelar di ICE BSD, Tangerang, Rabu (8/7).

Melalui pendekatan tersebut, Rucika tidak lagi hanya mau dikenal sebagai merek pipa, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Corporate Marketing Director Rucika, Brian Widjaja, mengatakan strategi tersebut berangkat dari pengamatan perusahaan terhadap respons masyarakat di media sosial maupun media konvensional. Dari hasil pemantauan itu, Rucika menemukan bahwa tagline “Di Mana Air Mengalir Sampai Jauh” tetap sangat melekat di akal publik.

Menurut Brian, tagline tersebut apalagi kerap digunakan masyarakat dalam beragam konteks percakapan sehari-hari, di luar konteks produk perpipaan.

“Ketika kita memandang sentimen di media sosial maupun media konvensional, rupanya ‘Di Mana Air Mengalir Sampai Jauh’ itu sangat-sangat sudah dikenal. Brand asset kita itu kemudian di-stretch ke beragam ungkapan. Contohnya, ‘rezekinya mengalir sampai jauh kayak Rucika’. Dari situ kami berpikir, kenapa tidak mengoptimalkan kembali brand asset nan sudah ada,” ujar Brian.

Brian menjelaskan, tahun ini menjadi momentum bagi Rucika untuk memperkuat kembali identitas merek nan telah dibangun sejak 1992. Tagline nan sudah digunakan selama puluhan tahun itu dinilai bukan sekadar slogan, tetapi telah menjadi aset komunikasi nan mempunyai nilai emosional bagi masyarakat.

“Tahun ini jadi momentum bahwa kami mau lebih scale up, meningkatkan level brand asset nan sudah kami miliki. Tagline itu sudah menemani kami nyaris tiga dasawarsa dan kami mau menguatkannya kembali,” katanya.

Strategi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga pendekatan utama. Pertama, menghadirkan identitas merek nan mudah dikenali tanpa kudu selalu menampilkan produk pipa secara definitif dalam setiap materi komunikasi.

Kedua, Rucika mengaransemen ulang lagu Bengawan Solo dengan nuansa nan lebih modern sebagai bagian dari kampanye merek. Ketiga, perusahaan memperbanyak kehadiran dalam beragam aktivitas masyarakat agar brand tidak hanya datang dalam ruang teknis konstruksi, tetapi juga dalam ruang sosial dan budaya nan lebih dekat dengan publik.

“Kami mau lebih down to earth, lebih mingle dengan masyarakat sehingga punya touchpoint emosional. Jadi bukan lagi berbincang tentang kami, tetapi lebih berpusat pada masyarakat,” ujar perwakilan perusahaan saat ditemui di letak pameran.

Booth “Arteria” dan Filosofi Aliran Kehidupan

Arah baru komunikasi merek itu juga tercermin dalam konsep booth Rucika di IndoBuildTech 2026. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini Rucika bekerja-sama dengan RB Shera dan Josua Arsitek untuk menghadirkan booth bertema “Arteria”.

Konsep tersebut terinspirasi dari kegunaan urat nadi sebagai penghubung kehidupan. Filosofi itu kemudian dikaitkan dengan peran air nan mengalir dan menghubungkan beragam aspek kehidupan manusia.

“Filosofinya sama seperti Rucika, Di Mana Air Mengalir Sampai Jauh. Nadi menyambungkan setiap lini kehidupan, dan air juga mempunyai peran nan sama dalam kehidupan manusia,” jelas Brian.

Melalui pendekatan tersebut, Rucika berupaya memperluas makna brand dari sekadar produk fungsional menjadi merek nan mempunyai kedekatan emosional dengan konsumen. Kampanye berbasis legacy ini juga menunjukkan gimana perusahaan memanfaatkan aset merek lama untuk tetap relevan di tengah perubahan generasi dan pola konsumsi masyarakat.

Tetap Pamerkan Inovasi Produk

Meski menonjolkan pendekatan emosional dalam strategi branding, Rucika tetap memperkenalkan sejumlah penemuan produk dalam pameran tersebut. Beberapa produk nan ditampilkan antara lain pipa PPR untuk instalasi air panas dan air dingin nan mulai dipasarkan melalui jaringan ritel, pipa KELOX berbahan PE-RT, backflow valve, stop kran, faucet pull, hingga RUGLOO.

Brian mengatakan, perusahaan tetap optimistis terhadap keahlian upaya di tengah kondisi makroekonomi nan tetap menantang. Menurutnya, pasar memang menghadapi tekanan, tetapi Rucika tetap mencatatkan pertumbuhan.

“Market memang cukup challenge lantaran kondisi makro juga menantang. Namun sejauh ini Rucika tetap tetap bertumbuh,” tuturnya.

Dengan menghidupkan kembali kekuatan tagline nan telah dikenal selama puluhan tahun, Rucika berupaya menunjukkan bahwa strategi brand saat ini tidak cukup hanya berbincang tentang kualitas produk. Di tengah perubahan konsumen, kedekatan emosional dan relevansi sosial menjadi modal krusial agar sebuah merek tetap memperkuat di akal masyarakat. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia