Lebak Pacu Populasi Kerbau dengan Teknologi Inseminasi Buatan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

, LEBAK, – Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat pengembangan peternakan kerbau melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB). Langkah ini bermaksud untuk meningkatkan populasi ternak sekaligus produktivitas upaya masyarakat pedesaan.

Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, mengatakan peternakan kerbau hingga sekarang tetap menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa. Populasi kerbau di Lebak saat ini mencapai sekitar 15 ribu ekor dan diproyeksikan terus bertambah melalui pemanfaatan teknologi reproduksi nan lebih modern.

"Ke depan dikembangkan teknik budidaya nan lebih baik agar populasi kerbau terus meningkat melalui kelahiran anakan sehingga mendukung upaya swasembada daging kerbau," kata Rieyan di Lebak, Sabtu.

Selain peningkatan populasi, pemerintah wilayah juga menilai modernisasi budidaya menjadi langkah penting. Sebagian besar peternak di Lebak tetap menerapkan pola pemeliharaan tradisional. Penerapan teknologi reproduksi diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan populasi sekaligus meningkatkan produktivitas upaya peternakan rakyat.

Potensi Ekonomi Kerbau Lumpur

Kerbau nan dipelihara masyarakat merupakan jenis kerbau lumpur dengan berat dewasa berkisar 500 hingga 700 kilogram. Ukuran ini membuatnya mempunyai nilai ekonomi nan cukup tinggi di pasaran. Di tingkat peternak, upaya ternak kerbau tetap menjadi sumber pendapatan utama keluarga.

Asep (50), peternak di area perkebunan kelapa sawit Rangkasbitung, mengaku upaya nan telah dijalankan selama sekitar dua dasawarsa bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya. Ia mengelola sekitar 45 ekor kerbau nan digembalakan setiap hari di area perkebunan dengan kesiapan hijauan pakan melimpah.

Setiap tahun, Asep dapat menjual sekitar lima ekor kerbau dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp150 juta. Hasil upaya tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membangun rumah, hingga membiayai pendidikan dua anaknya sampai perguruan tinggi.

Kepastian Pendapatan Peternak

Hal serupa disampaikan Jamawi (60), peternak asal Solear, Kecamatan Maja. Ia menilai peternakan kerbau tetap menjadi upaya nan memberikan kepastian pendapatan bagi masyarakat pedesaan. Jamawi memelihara sekitar 35 ekor kerbau dan rata-rata menjual lima ekor setiap tahun dengan nilai sekitar Rp150 juta.

Harga kerbau berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per ekor, berjuntai pada ukuran dan kualitas ternak. Menurut Jamawi, keberadaan area perkebunan kelapa sawit memberikan untung bagi peternak lantaran menyediakan hamparan rumput sebagai sumber pakan alami. Setiap hari ratusan ekor kerbau digembalakan di area tersebut sehingga biaya pemeliharaan relatif lebih efisien.

Pengembangan peternakan kerbau dinilai mempunyai prospek ekonomi nan besar lantaran tidak hanya menopang pendapatan rumah tangga peternak, tetapi juga mendukung penyediaan ternak pangkas di daerah. Dengan penguatan teknologi budidaya, peningkatan populasi, serta pemanfaatan sumber daya pakan lokal, sektor peternakan kerbau di Kabupaten Lebak diharapkan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pedesaan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional