Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin (tengah), berbareng Tim Penyusun Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi, nan diwakili oleh Ivan Rizal Sini (kiri) dan Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid (kanan), dalam peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Gine(MI/HO)
PEMANFAATAN teknologi bedah robotik di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan bakal tindakan medis nan presisi dan minimal invasif. Menjawab tantangan tersebut, PT Bundamedik Tbk (BMHS) melalui RSU Bunda Jakarta memperkuat kapabilitas layanannya dengan menghadirkan sistem bedah robotik generasi terbaru, Da Vinci Xi.
Langkah ini bukan sekadar investasi teknologi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem bedah robotik nasional nan mencakup penguatan kompetensi tenaga medis, riset, hingga kerjasama lintas sektor. Sejak memulai pengembangan pada 2012, RSU Bunda Jakarta telah mencatatkan rekam jejak nan signifikan dalam bumi kedokteran tanah air.
Rekam Jejak Bedah Robotik RSU Bunda Jakarta (Sejak 2012):
| Total Prosedur | Hampir 1.000 prosedur bedah robotik |
| Transplantasi Ginjal | Transplantasi ginjal berbasis robotik ketiga di Indonesia |
| Onkologi Payudara | Skin sparing mastectomy pertama di Asia Tenggara |
| Kasus Kompleks | Miomektomi pada kasus miom seberat 2,7 kilogram |
| Ekspansi Layanan | RSU Bunda Padang (Pertama di Sumatera Barat) |
Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, dr. Ivan Rizal Sini, Sp.OG, menekankan bahwa kepemimpinan dalam bagian ini memerlukan sinergi antara teknologi dan kualitas sumber daya manusia.
"Selama lebih dari satu dekade, BMHS secara konsisten membangun kompetensi dokter, memperkuat kerjasama multidisiplin, dan mengembangkan standar praktik nan mengedepankan keselamatan pasien," ujarnya dalam obrolan di RSU Bunda Jakarta, Senin (27/7/2026).
Sistem Da Vinci Xi nan dioperasikan memungkinkan master mempunyai elastisitas lebih tinggi melalui instrumen berpresisi tinggi. Keunggulannya meliputi sayatan nan lebih kecil, minimalisasi trauma jaringan, serta percepatan proses pemulihan pasien dibandingkan metode bedah konvensional.
Kolaborasi Strategis dan Transformasi Kesehatan
Dalam upaya memperkuat ekosistem nasional, BMHS menjalin kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB). Kerja sama ini diwujudkan melalui hibah sistem bedah robotik kepada FTMD ITB untuk kepentingan pendidikan dan penemuan teknologi medis lokal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, nan datang dalam aktivitas tersebut, menyatakan bahwa teknologi robotik merupakan salah satu dari tiga konsentrasi utama transformasi teknologi kesehatan nasional, selain kepintaran buatan (AI) dan bioteknologi.
"Rumah sakit swasta sangat dibutuhkan terutama untuk membuka akses. Contohnya ini, Rumah Sakit Bunda sudah melakukan operasi robotik sejak 2012," kata Menkes.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menambahkan bahwa pengalaman klinis selama satu dasawarsa ini diharapkan dapat memberikan faedah luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional di kancah global.
Literasi Medis melalui Buku Ajar
Sebagai corak komitmen terhadap transfer pengetahuan, BMHS juga meluncurkan Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi. Buku nan disusun berasas kasus nyata ini diharapkan menjadi referensi utama bagi tenaga medis di Indonesia dalam menyusun standar praktik nan relevan.
"Kemajuan bedah robotik tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi. nan lebih krusial adalah gimana pengetahuan pengetahuan dan praktik terbaik dapat terus dibagikan agar semakin banyak master Indonesia mempunyai kompetensi nan bisa menjawab kebutuhan masyarakat," tutup dr. Ivan. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·