Jakarta, CNBC Indonesia - Lautan sepatu anak-anak memenuhi Dam Square, Amsterdam, Belanda, dalam tindakan memorial nan menyedot perhatian publik pada Minggu (12/4/2026). Instalasi ini menjadi simbol duka mendalam atas anak-anak Palestina dan wartawan nan tewas dalam serangan Israel.
Hampir 20.000 pasang sepatu dipajang rapi di ruang terbuka pusat kota tersebut. Jumlah itu merepresentasikan besarnya korban anak-anak dalam bentrok nan tetap berjalan hingga kini.
Foto: AFP/RAMON VAN FLYMEN
A photo shows children's shoes layed out on Dam Square during a memorial protest organised by Plant an Olive Tree group for child victims in Gaza, in Amsterdam, on April 12, 2026. (Photo by Ramon van Flymen / ANP / AFP) / Netherlands OUT
Tak hanya itu, foto-foto 313 wartawan nan dilaporkan tewas dalam kurun sekitar 2,5 tahun terakhir turut ditampilkan. Deretan gambar tersebut mempertegas akibat besar nan dihadapi pekerja media dalam meliput konflik.
Berdasarkan laporan media sosial, Sejumlah seniman dan tokoh publik Belanda membacakan nama serta usia para korban satu per satu di lokasi. Aksi ini menciptakan suasana hening sekaligus emosional di tengah keramaian pusat kota.
Foto: AFP/RAMON VAN FLYMEN
A photo shows children's shoes layed out on Dam Square during a memorial protest organised by Plant an Olive Tree group for child victims in Gaza, in Amsterdam, on April 12, 2026. (Photo by Ramon van Flymen / ANP / AFP) / Netherlands OUT
Aksi ini menjadi salah satu corak solidaritas masyarakat Eropa terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Instalasi visual tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran publik dunia atas akibat bentrok terhadap penduduk sipil.
Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar di letak nan sama pada 2024, namun dalam skala lebih kecil. Kini, jumlah sepatu dan korban nan diangkat meningkat signifikan, mencerminkan eskalasi akibat konflik.
Hingga April 2026, jumlah korban tewas dalam Perang Gaza diperkirakan sekitar 75.000 orang sejak Oktober 2023 berasas info otoritas kesehatan setempat dan laporan internasional, dengan kebanyakan merupakan penduduk sipil termasuk wanita dan anak-anak.
Namun, sejumlah studi independen menyebut nomor sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, apalagi menembus 100.000 korban jiwa, mengingat banyak korban belum terdata akibat keterbatasan pendataan di wilayah konflik.
Hingga saat ini, bentrok di Gaza belum menunjukkan tanda mereda. Kegiatan terbaru ini menunjukkan tindakan solidaritas tersebut terus bersambung dan berkembang, baik dari sisi skala maupun jumlah korban nan diangkat dalam instalasi publik.
(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·